Saturday, April 20, 2019

Memahami Owner Earning

Kita sering mendengar, belilah perusahaan yang memiliki bisnis yang menguntungkan. Bagaimana kita mengetahui suatu bisnis menguntungkan atau tidak?

Apakah dari Earning Per share atau Free Cash Flow?

Earning Per Share memiliki kelemahan ketika kita membandingkan perusahaan dengan aset besar dengan perusahaan aset kecil. Itu tentu kurang tepat digunakan karena perusahaan dengan aset besar tentu lebih mudah menghasilkan EPS Rp 100 dibandingkan perusahaan aset kecil.

Free Cash Flow juga bukan indikator yang sempurna untuk digunakan, karena ada bisnis yang membutuhkan modal besar diawal dan sangat kecil di tahun-tahun berikutnya. (bisnis properti). Dan ada perusahaan yang membutuhakan modal yang sama besarnya setiap tahun (bisnis makanan). Bisnis yang kelihatan menguntungkan bisa saja labanya tergerus oleh modal usaha. Sehingga belanja modal menjadi salah satu indikator yang sebaiknya diperhitungkan oleh setiap investor.

Warren Buffet sendiri menggunakan apa yang dia sebut Earning Owner untuk menentukan keuntungan suatu bisnis. Adapun Owner Earning dihitung dengan

Owner Earning = (Net Income + Depresiation/Amortization + Non Cash Charge  - Capex)

  • Net Income, Laba Bersih
  • Depresiation/Amortization, Beban Penyusutan
  • Non Cash Charge, Biaya yang dikeluarkan perusahaan tidak dalam bentuk Cash
  • Capek (Capital Expenditures), Belanja Modal 

Untuk Lebih Memudahkan Mari Kita coba menghitung Owner Earning dari salah satu Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, ULTJ.




Dari data owner Earning ULTJ diatas, terlihat Owner Earning ULTJ selalu positif yang artinya perusahaan bisa terus beroperasi tanpa harus mendapatkan modal tambahan dari luar.  Perusahaan tidak membutuhkan hutang tambahan atau menerbitkan saham baru untuk terus beroperasi. Data menunjukkan owner earning ULTJ meningkat dari 291 Milyar pada tahun 2015 menjadi 368 Milyar pada tahun 2018. Meski terjadi peningkatan lebih dari 2x lipat pada tahun 2016, ini lebih dipengaruhi menurunnya belanja modal (Capex) dari 244 Milyar menjadi 41 Milyar pada tahun 2016.  Perusahaan yang Owner Earningnya meningkat secara konsisten tentu memberi gambaran bahwa perusahaan menjalankan bisnis yang menguntungkan.

Bila ada yang dirasa membingungkan, silakan tanyakan dikolom komentar.
salam, investasisahamku





No comments:

Post a Comment