Friday, July 24, 2020

Memahami PBV (Price To Book Value)

Price to Book value  (PBV) adalah salah satu ratio yang disukai oleh investor penganut value investing. Pertama karena Warren Buffet sering menyebutkan ratio ini pada annual letternya.  Kedua karena cenderung lebih sederhana dan mudah dihitung dibandingkan dengan pendekatan yang lain. Bahkan investor pemula pun bisa dengan mudah mengaplikasikan ratio ini dalam value investing.

Definisi Price To Book Value

Price To Book Value (PBV) adalah salah satu ukuran paling dasar dalam menilai apakah suatu saham sedang diskon atau tidak. Secara sederhana, PBV didefiniskan sebagai rasio harga saham terhadap nilai bukunya. Rasio ini sering penulis gunakan untuk membandingkan antra nilai pasar suatu saham dengan nilai bukunya.


Rumus Price to Book Value (PBV)

Perhitungan rasio PBV dilakukan dengan cara membagi Harga saham saat ini dengan Book Value per lembar saham.

Rumus PBV

Misalnya, emiten saham ABCD memiliki Book Valuenya Rp 1000, sedangkan harga sahamnya saat ini hanya Rp. 500, maka PBV ABCD adalah 0.5x. Artinya ibarat kita membeli sebuah rumah yang sebernarnya harganya Rp. 100 juta diharga Rp. 50 juta. Semestinya Harga dan Book Value bergerak beriringan tetapi di Bursa Efek Indonesia tidaklah sulit menemukan perusahaan yang memiliki PBV dibawah 1.

Price, Menunjukan harga per lembar saham. Seperti yang kita ketahui harga suatu saham senantiasa berubah dari waktu ke waktu yang mengakibatkan PBV perusahaan hari ini nilainya bisa berbeda keesokan harinya.

Book Value Per Share, atau nilai buku adalah nilai dari ekuitas dibagi jumlah lembar saham yang ada. Book Value juga biasa disebut nilai ekuitas per saham. Ekuitas itu didapat dari aset yang dimiliki perusahaan dikurangi liabiltas (hutang). Bisa dikatakan nilai ini yang akan di dapat oleh pemilik perusahaan atau pemegang saham bila perusahaan di likuiditas. Jadi book value sangat berarti untuk melihat mahal atau murahnya suatu saham.

Penulis lebih suka menganalogikan Book Value adalah nilai yang diterima bila seluruh aset perusahaan dijual kemudian dibagikan kepada seluruh pemegang saham sesuai porsi kepemilikannya masing masing, tentunya setelah hutang-hutang perusahaan dilunasi.

Bila diasumsikan perusahaan tiba-tiba bangkrut, maka membayar hutang adalah kewajiban utama perusahaan, baru setalah itu bila ada aset yang tersisa, maka akan dibagikan kepada para pemegang saha.

Price To Book Value Yang Bagus

Bila kita mengacu pada konsep value investing yang sederhana, maka bisa dianalogikan Book value sebagai nilai wajar suatu saham (Nilai Intrinsik). sehingga suatu nilai PBV yang ideal adalah 1x. Semakin kecil PBV perusahaan maka semakin murah sahamnya, begitu juga sebaliknya. Usahakan untuk membeli saham yang memiliki PBV yang kecil. penulis, secara umum menetapkan standar maksimal PBV 0.8x untuk setiap saham yang akan dibeli. membeli saham dengan PBV 0,8x memberi kita margin of safety sebesar 20% begitu juga dengan pbv 0,7 maka akan memberi markin of safety 30% dan begitu seterusnya. Silakan tentukan standar anda masing-masing dalam melakukan analisis fundamental saham menggunakan PBV.

Cara Menghitung PBV dengan Aplikasi RTI Bussiness

di era teknologi seperti saat ini, untuk mengetahui price book value suatu perusahaan, kita tidak selalu harus membuka laporan keuangannya. ada beberapa aplikasi yang menyajikan semua rasio dasar dalam analisis fundamenal yang umum digunakan, termasuk diataranya Price to book value. anda cukup download aplikasinya di app Store, kemudian buka dan masukkan kode emten yang diinginkan, berikut adalah tampilan dari aplikasi ini,

Price to Book Value

Semoga artikel singat tentang pandangan penulis diatas bisa membantu rekan rekan investor untuk memahami Price to Book Value, semoga dikesempatan berikutnya kita bisa membahas lebih dalam tentang PBV termasuk risiko dan kelemahan penggunaannya dalam investasi saham. selamat mencoba


No comments:

Post a Comment