Sunday, October 27, 2019

TTM YTD dan Annualized Pada Laporan Keuangan

Ketika pertama kali memutuskan untuk belajar analisis fundamental. Penulis mulai mempelajari rasio-rasio dasar dalam analisis fundamental. Mulai dari Return On Equity (ROE ), Return On Asset, Debt to Equity dan Tentunya Price to Book Value (PBV). Dalam 3 hari, penulis sudah membaca tentang rasio-rasio diatas, percayalah tidak butuh waktu lama untuk membaca dan memahami rasio-rasio diatas.

Bebekal  ilmu tadi dan di dukung kepercayaan yang tinggi penulis membuka website, aplikasi sekuritas hingga Aplikasi RTI Bussines untuk mulai menganalisis emiten dari segi fundamentalnya. Seketika semangat menggebu-gebu mulai hilang, ketika menyadari rasio-rasio yang di tampilkan di website, aplikasi sekuritas  dan Aplikasi RTI Business berbeda satu dengan yang lainnya. Jadi data mana yang harus digunakan sebagai acuan? Sedangkan ketika itu, membaca laporan keuangan menjadi hal yang tabu

Pernahkan anda mengalami hal seperti itu? menemukan saham yang sama tetapi memiliki ratio ratio yang berbeda, tergantung website atau aplikasi penyedia datanya. Misalnya saham BJTM di situs financials.morningstar.com tercatata EPSnya ada di angka 57,70. Sedangkan di Aplikasi RTI Business tercatat EPS nya adalah 101. Jadi data mana yang harus dipercaya ? data mana yang betul dan mana yang keliru.

Sebenarnya tidak ada data yang salah, bila anda sedikit teliti, anda akan menemukan Bahwa pada data financials.morningstar.com terdapat kode kecil yang bertuliskan TTM. Kode singkat inilah yang membuat perbedaan besar pada penulisan EPS BJTM. Sedangkan pada aplikasi RTI data yang di tampilkan adalah anualised.

Berdasarkan pengamatan penulis, Ada 3 jenis penyajian data fundamental perusahaan. Diantaranya
  1. TTM (Trailing Twelve  Months )
  2. YTD  ( Year To Date )
  3. Annualized
Investor saham penganut FA (Fundamental analisis) yang menitikberatkan pembelian saham pada kondisi fundamental perusahaan wajib hukumnya memahami istilah-istilah dalam laporan keungan maupun penyedia data-data fundamental emiten. Penulis sendiri pada awalnya kesulitan memahami kondisi perusahaan baik dari laporan keuangannya maupun dari ringkasan data yang disiapkan sekuritas.

Ketika tidak memahami istilah diatas, gambaran tentang kinerja perusahaan, yang didapatkan menjadi sangat bias. Untuk mencegah rekan-rekan investor yang baru terjun di analisis fundamental mengalami hal yang sama, berikut adalah pemahaman penulis  tentang Ketiga istilah penting diatas.

TTM adalah singkatan dari Trailing Twelve Month,  menggambarkan data yang digunakan adalah 4 kuartal terakhir tanpa dibatasi tahun. Misalnya pada gambar terlampir ada tulisan TTM. Berhubung artikel ini ditulis beberapa hari setelah laporan keuangan kuartal 3 publikasikan, Jadi Data Revenue BJTM yang ditampilkan adalah data dari kuartal 3 tahun 2019, kuartal 2 2019, Data Kuartal 1  2019 dan Kuartal 4 tahun 2018. Laporan dengan format TTM akan kita temukan di website morningstar.

TTM Trailing Twelve Month

Anualised bila diterjemahkan artinya adalah disetahunkan. Yang artinya prediksi dimasa depan dengan data yang sudah ada. Data tipe ini akan kita temukan bila menggunakan aplikasi RTI Business sebagai alat bantu. Terlihat pada gambar dibawah EPS ASII tertulis 484. Padahal bila kita hitung EPS kuartal 1 adalah 129 dan  EPS kuartal 2 hanya 113. Bila kita jumlahkan maka hasilnya hanya 242, lantas dari mana munculnya ngka 484?
Mari kita akan coba hitung,
EPS Kuartal 1 = 129
EPS Kuartal 2 = 113
Maka EPS anualisednya adlah ( 129 + 113 ) x 2 = 484
Kenapa Harus dikali 2? Karema EPS Kuartal 1 dan EPS kuartal 2 itu hanya menunjukkan data 6 bulan, jadi untuk mendapatkan data setahun harus dikalikan dengan 2.


Gimana bila pada kuartal 3? Jadi harus dikali berapa ?
Kita ambil contoh adalah BJTM
EPS kuartal 1 27
EPS Kuartal 2 27
EPS Kuartal 3 22
Maka EPS Anualisednya adalah 101. Dengan perhitungan  sebagi berikut
Kuartal 1 = Q1
Kuartal 2 = Q2
Kuartal 3 = Q3
Rumusnya adalah ( Q1 + Q2 + Q3 ) Dikali 12 kemudian di bagi 9 sehingga hasilnya adalah 101.
Angka 12 asalanya adalah jumlah bulan dalam 1 tahun, dan 9 asalnya dari Kuartal 1 sampai kuartal 3 yang bila dihitung jumlahnya adalah 9 bulan. Data kondisi fundamental yang disetahunkan bisa kita temukan di aplikasi RTI Business.

Year To date atau lebih sering disebut YTD. Data YTD menggambarkan data sejak tanggal 1 januari Tahun berjalan sampai saat ini ( ketika anda mengecek datanya ). Bila anda adalah orang yang rutin membaca media media keuangan, pasti sering membaca artikel seperti ini IHSG anjok 2,15% sepanjang 2019 ( Year To date/YTD). Tercatat hingga penutupan perdagangan Jumat 4 oktober 2019 IHSG. Itu artinya dari 1 januari 2019 hingga4 oktober 2019 IHSG sudah terkoreksi 2,15%.

Kesimpulannya
Data mana yang lebih baik di gunakan dan data mana yang cocok untuk investor saham. Menurut pandangan penulis, tidak ada metode penyajian data yang lebih bagus ataupun lebih buruk. Semuanya memiliki manfaat yang berbeda. Bila anda ingin melihat data yang nyata bisa menggunakan data TTM, karena data yang digunakan memang rill. Begitu juga dengan data YTD juga menggunakan data riil, perbedaannya hanya rentang waktu, sehingga dapat memberi gambaran yang yang lebih jelas pada tahun berjalan Sedangkan data Annualised tentu lebih cocok untuk investor yang lebih suka memproyeksikan data. Karena kita tau bersama bahwa data anualised merupakan data yang disetahunkan sehingga ada untur memproyeksikan atau memperkirakan.

No comments:

Post a Comment