Saturday, May 30, 2020

Binis dan Produk ICBP


Bisnis dan Produk ICBP

Sekilas tentang ICBP
ICBP atau Indofood Consumer Branded Product Sukses Makmur di dirikan pada tahun 2009. Setahun kemudian ICBP langsung IPO di Bursa Efek Indonesia. Perlu menjadi catatan, bahwa Sebelumnya ICBP adalah salah satu lini Bisnis INDF atau Indofood Sukses Makmur.  Lini bisnis ini dimulai dengan bisnis di bidang mie instan pada tahun 1982. 80,53% saham ICBP dimiliki oleh induk perusahaannya dan 19,47% dimiliki publik
.
Sepanjang tahun 2019, ICBP membukukan penjualan bersih (net sales) sebesar 42 triliun. 63% berasal dari divisi mie instan, divisi dairy berkontribusi 19%, Divisi makanan ringan berkontribusi seesar 6%, divisi penyedap makan memberi kontribusi sebesar 5% begitu juga dengan Divisi Nutrisi dan Makanan Khusus serta divisi minuman yang masing-masing berkontribusi sebesar 2% dan 4%.


Divisi Bisnis Mi Instan
Sebagai salah satu produsen mi instan terbesar di dunia, ICBP memiliki berbagai merek dan dan produk untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang berbeda beda. Mi instan yang telah dikenal luas di seluruh dunia karena kualitasnya yang tinggi dan cita rasanya yang otentik.

Indomie produk unggulan ICBP menjadi satu-satunya merek asia yang memasuk dalam top 10 global brand menurut kantar worldpanel, sebuah lembaga panel konsumer independen. Supermi, sarimi dan sakura juga merupakan merek-merek yang yang dikenal baik di segmen bag noodles. Sementara pop mie merupakan pemimpin pasar di kategori cup noodles dan sarimie gelas  merupakan pemain nomor 2 di segmen mug noodles. Selain itu ICBP juga memproduksi mi telur dengan merek Mie Telur cap 3 Ayam dan Sakura. Setiap tahunnya ICBP mampu memproduksi 19 miliar bungkus mi instan dan mi telur dalam berbagai pilihan kemasan dan cita rasanya. ICBP memiliki 17 pabrik di Indonesia dan 1 pabrik di Malaysia.

DI tahun 2019 Divisi Mie Instan Mencatatkan penjualan sebesar 27,71 triliun, atau sekitar 63% dari nilai penjulan ICBP secara keseluruhan yang memberi kontribusi laba sebesar 6 triliun.


Divisi Dairy
Divisi Dairy dijalankan oleh Indolakto, anak perusahaan ICBP dengan kepemilikan saham efektif sebesar 68,8%. Divisi ini memproduksi Susu UHT,  Susu steril masuk kemasan, krimer kental manis, susu pasteurisasi, susu multi-cereal, minuman mengandung susu, susu bubuk, es krim dan mentega. Dengan merek Indomilk, Cap Enak, Kremer, Tiga Sapi, Indomilk Kids, Indomilk Good To Go, Indofood Ice Cream dan Orchid Butter. Indomilk telah hadir di pasarr selama lebih dari 50 tahun, dan saat ini telah mengoperasikan 6 pabrik dengan kapasitas produksi lebih dari 700.000 ton per tahun.
Di tahun 2019 divisi dairy mencatatkan penjualan sebesar 8,05 triliun. Berkontribusi sebesar 19% terhadap penjulan ICBP  dan menghasilkan laba sebesar 1.1 triliun


Divisi Makanan Ringan
PT Indofood Fritolay Makmur, perusahaan patungan antara ICBP (51%) dan afiliasi PepsiCo yakni FritolayNeterlands Holding B.V (49%) mengelola sebagian besar dari kegiatan usaha Divisi Makanan Ringan. Produk-produknya meliputi makanan ringan mode dan makanan ringan tradisional yang dimoderenisasi. Produk-produk tersebut dipasarkan dengan merek Chitato, Lay’s, Qtela, Doritos, Cheetos, Jetz dan Chiki.Chitato dan Qtela merupakan pemimpin pasar di industri makanan ringan indonesia. Divisi ini mengoperasikan 3 pabrik dengan kapasitas produksi sekitar 50.000 ton per tahun.
Di tahun 2019 divisi makanan ringan mencatatkan penjualan sebesar 2,64 triliun. Nilai ini setara dengan 6 % penjulan ICBP secara keseluruhan. Divisi ini mengalami kerugian sebesar 42 miliar


Divisi Peyedap Makanan

Divisi ini memproduksi dan memasarkan beragam produk kuliner, termasuk recipe mix, kecap, saus sambal, saus tomat, dan produk cooking aids dengan merek Indofood dan Indofood Racik. Selain itu juga memproduksi dan memasarkan sirup dengan merek Indofood Freiss. Divisi ini mengoperasikan 3 pabrik dengan kapasitas produksi tahunan lebih dari 150.000 ton.
Di tahun 2019 divisi penyedap makanan mencatatkan penjualan sebesar 2,36 triliun. 5% dari seluruh penjualan ICBP sepanjang tahun 2019 dan Menghasilkan laba sebesar 220 miliar.


Divisi Nutrisi dan Makanan Khusus
Divisi ini memproduksi berbagai makanan khusus dengan kandungan nutrisi yang disesuaikan untuk kebutuhan seluruh keluarga terutama bayi, balita, anak-anak serta ibu hamil dan menyusui. Seluruhnya telah memenuhi standar  keamanan pangan internasional yang tertinggi. Produknya meliputi, bubur, makanan ringan seperti rice puffs, crunchies, biskuit dan puding serta sup mi untuk bayi dan balita berusia diatas 6 bulan hingga 24 bulan, cereal snack untuk anak-anak berusia 6-12 tahun, cereal powder powdered drinks yang cocok bagi seluruh keluarga, dan produk susu bagi ibu hamil dan menyusui.  Produk-produk ini dipasarkan dengan berbagai merek. Untuk bubur bayi dan makanan ringan bayi, Promina ditujukan bagi segmen pasar menengah ke atas, sedangkan SUN menawarkan produk dengan kandungan nutrisi yang baik bagi segmen pasar yang lebih luas. Govit menawarkan produk cereal snack yang sehat bagi anak-anak, Gowell menawarkan solusi sarapan yang kaya nutrisi dan berenergi bagi seluruh keluarga, dan Sun Ibu menawarkan produk susu bagi ibu hamil dan menyusui. Memiliki 1 pabrik dan kapasitas produksi dalam setahun 25.000 ton 

Di tahun 2019 divisi Nutrisi dan Makanan Khusus mencatatkan penjualan sebersar 980,7 miliar. 2% dari seluruh penjulan ICBP pada tahun 2019 dan  menghasilkan laba 41 miliar


Divisi Minuman
dijalankan oleh PTAnugrah Indofood Barokah Makmur (AIBM) yang 99,95 sahamnya dimiliki oleh ICBP. Divisi ini memproduksi  berbagai minuman, termasuk teh siap saji, AMDK dan minuman rasa buah yang dipasarkan dengan merek Ichi Ocha, Club, dan Fruitamin. Dengan 20 pabrik yang tersebar di seluruh Indonesia yang total produksinya sekitar 3 miliar liter per tahun.
Di tahun 2019 divisi minuman mencatatkan penjualan sebesar 1,88 triliun. Berkontribusi sebesar 4% terhadap penjualan perusahaan pada tahun 2019. Divisi ini mengalami kerugian 159 miliar pada tahun 2019.


Divisi Kemasan
Divisi kemasan memegang peranan penting dalam menjamin kualitas produk di Indofood mulai dari pabrik hingga ke pasar. Divisi ini memproduksi berbagai jenis kemasan dengan beragam pilihan bahan untuk memenuhi kenutuhan ICBP, INDF serta pelanggan yang bergerak di industri makanan dan non makanan yang berapa di luar maupun dalam negeri.
Berdasarkan data diatas dapat disimpulkan bahwa laba usaha dari ICBP ada pada angka 7,2 triliun. Dimana 83,5% berasal dari divisi mie instan, 15,5% dari divisi dairy. -0,5 dari divisi makanan ringan, 3% dari divisi penyedap makanan,  0,5% dari divisi nutrisi dan makanan khusus dan -2% dari divisi minuman.

Terlihat bahwa sebagian besar laba usaha ICBP berasal dari divisi mie instan, sehingga bila terjadi sesuatu pada lini bisnis ini, baik sesuatu yang positif ataupun sesuatu yang negatif,  akan sangat mempengaruhi profitabilitas ICBP di tahun tahun mendatang.

No comments:

Post a Comment