Gaji Cuma UMR, Tapi Punya Saham 124 MILIAR! Kok Bisa? | Kisah Ronald Read

Ronald Read

Gaji cuma UMR tapi pengen punya aset miliaran? Kedengarannya mustahil, tapi pria ini membuktikannya. Kenalin Ronald Read, seorang petugas kebersihan dan montir bengkel yang mengejutkan dunia keuangan saat dia meninggal tahun 2014. Kenapa? Karena di balik kesederhanaannya, dia ternyata memiliki kekayaan senilai $8 Juta atau setara Rp124 Miliar!

Bayangkan seorang pria tua memakai jaket lusuh yang dikancing dengan peniti, mengendarai mobil Toyota Yaris bekas, bahkan Tetangga dan rekan kerjanya mengira dia orang miskin yang butuh bantuan financial.

Tapi saat dia meninggal di tahun 2014 pada usia 92 tahun, semuanya terkejut. Pria bernama Ronald Read ini ternyata memiliki kekayaan sebesar 8 juta Dollar atau sekitar 124 Miliar Rupiah dalam bentuk saham.

Bagaimana mungkin seorang pensiunan petugas kebersihan dan montir bengkel bisa lebih kaya dari CEO perusahaan besar? di artikel ini, kita akan bahas bagaimana ronal read mengumpulkan kekayaan sebanyak itu.

Ronald Read lahir dari keluarga petani miskin. Dia adalah orang pertama di keluarganya yang lulus SMA  Namun, alih-alih langsung mengejar karier, dia mendaftar menjadi tentara, yang membawanya ke medan Perang Dunia II. 4 tahun kemudian, Setelah pulang dari Perang, dia memutuskan bekerja sebagai mekanik di bengkel selama 25 tahun, lalu menjadi petugas kebersihan di JCPenney selama 17 tahun. 

Dia tidak pernah menang lotre. Dia tidak punya bisnis sampingan. Dia hanya punya satu kebiasaan: Disiplin Investasi Saham. Jika kamu merasa sudah terlambat untuk memulai di usia 30 atau 40 tahun. Lihatlah Ronald Read. Dia baru mulai membeli saham pertamanya di tahun 1959, saat usianya sudah menginjak 38 tahun. Dia bukan orang yang terobsesi dengan cuan ratusan persen dalam waktu singkat. dia hanyalah seorang pekerja yang mulai menyisihkan sedikit demi sedikit gajinya setiap bulan.

Investasi saham tidak hanya tentang kapan mulainya, tapi juga tentang seberapa lama dia akan berinvestasi. Ronald telah berinvestasi selama lebih dari 50 tahun. hasilnya ? sangat memuaskan. Ini adalah bukti nyata bahwa dalam investasi juga butuh disiplin dan konsistensi.

meski memiliki aset ratusan miliar, ronal read memilih untuk tetap hidup sederhana. Dia memarkir mobil jauh dari tujuan hanya untuk menghemat biaya parkir. Sarapan dengan menu sederhana di kantin rumah sakit dekat tempat tinggalnya. Tapi, ada satu hal yang dia lakukan setiap hari yang mungkin tidak dilakukan orang lain:  membaca Wall Street Journal." Jika di Indonesia, ini seperti Kontan dan Bisnis Indonesia, tapi dalam skala internasional..

Apa isi portofolio Ronald Read? Apakah dia trading kripto atau saham gorengan? Sama sekali tidak. Metode investasi Ronald Read sering disebut oleh para analis sebagai metode yang "sangat membosankan" Dia tidak menggunakan rumus dan indikator yang rumit. Berikut adalah strategi investasi Ronald Read :

1. Fokus pada Saham Blue Chip & Dividen

Ronald Read tidak pernah menyentuh saham spekulatif atau "gorengan". Dia membeli perusahaan yang produknya ia lihat dan gunakan sehari-hari.

  • Saham Bluechip: Dia memiliki saham di Procter & Gamble (pembuat sabun/shampoo), JPMorgan (perbankan), dan Johnson & Johnson.

  • Dividen: Dia hanya membeli saham yang memberikan dividen (pembagian laba). Dividen ini tidak pernah dia ambil untuk jajan, melainkan dibelikan saham lagi agar jumlah lembar sahamnya terus bertambah secara otomatis.

2. Strategi "Buy and Hold" Selamanya

Ronald Read adalah definisi nyata dari investor jangka panjang.

  • Dia membeli saham dan menyimpannya selama berpuluh-puluh tahun.

  • Dia tidak peduli dengan fluktuasi harga harian. Bahkan saat pasar saham hancur di krisis 2008, dia tidak menjual satu lembar pun. Dia paham bahwa waktu di pasar (time in the market) jauh lebih penting daripada mencoba menebak waktu yang tepat untuk masuk (timing the market).

3. Diversifikasi yang Luas

Banyak orang mengira dia hanya beruntung di satu saham, tapi nyatanya saat dia meninggal, dia memiliki saham di 95 perusahaan berbeda yang tersebar di berbagai sektor (kesehatan, keuangan, teknologi, konsumsi).

  • Jika satu perusahaan bangkrut, kekayaannya tetap aman karena dia punya 94 perusahaan lainnya. Ini adalah cara dia memitigasi risiko dalam berinvestasi saham.

Dari Ronald Read, kita belajar bahwa 

  • tidak harus bergaji tinggi untuk jadi kaya.

  • tidak harus memiliki gelar di bidang keuangan untuk sukses dalam berinvestasi

  • Disiplin jauh lebih penting dibanding kedua hal tersebut."

Di akhir hayatnya, Ronald memberikan kejutan terakhir. Dia mendonasikan sekitar 100 miliar dari hartanya untuk rumah sakit dan perpustakaan tempat dia membaca setiap haril. Dia membuktikan bahwa hidup sederhana bukan berarti dia pelit, tapi dia sedang membangun warisan yang lebih besar dan bermakna.

Jadi pelajaran apa yang bisa kita ambil? Berhenti mengejar gaya hidup yang tidak mampu kita ikuti, dan mulailah menanam 'benih' investasi sejak dini.

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu lebih memilih terlihat kaya sekarang, atau benar-benar kaya di masa depan seperti Ronald Read? Tulis pendapatmu di kolom komentar.


Post a Comment for "Gaji Cuma UMR, Tapi Punya Saham 124 MILIAR! Kok Bisa? | Kisah Ronald Read"