Tuesday, July 7, 2020

7 Langkah Belajar Analisis Fundamental Saham


Analisis Fundamental Saham

 

Analisis Fundamental Saham

Analisis Fundamental  Saham adalah metode yang menggunakan kondisi  ekonomi makro, ekonomi mikro, industri dan bisnis perusahaan dalam mengambil keputususan investasi.  Berikut adalah 7 tahapan yang sebaiknya dipahami dalam belajar analisis Fundamental Saham

1. Tujuan Analisis Fundamental Saham

Mendapatkan nilai intrinsik (nilai wajar ) saham yang dapat dibandingkan dengan harganya di bursa atau di pasar saat ini. Untuk melihat apakah saham itu Undervalue (murah) atau Overvalue (mahal ).

2. Metode Analisis Fundamental Saham

Dalam melakukan analisis fundamental, ada dua metode yang dapat digunakan yaitu Top Down  dan Bottom Up. Kedua pendekatan ini sebenarnya memiliki tujuan yang sama namun tahapannya saja yang berbeda.

Metode Top Down. Dimulai dengan menganalisis  Kondisi Ekonomi Global, Ekonomi mikro, kondisi industri dan terakhir adalah kondisi perusahaan.

Metode Bottom Up, analisisnya dimulai dari perusahaan kemudian dilanjutkan ke idustri baru kemudian ke ekonomi mikro dan makro.

Jadi secara umum Ada 4 faktor yang harus kita pahami, mulai dari kondisi makro ekonomi sampai kondidi perusahaan.
  • Kondisi Ekonomi Global,  sebaiknya investor memperhatikan pertumbahan ekonomi global, proyeksinya hingga kondisi geopolitik antara negara, seperti saat ini investor sedang memperhatikan perselisihan india vs china.
  • Kondisi ekonomi Mikro. Mulai dari Tingkat Inflasinya, suku bunga acun hingga kondisi sosial politik dalam negeri.
  • Kondisi industri, mana yang paling tepat dengan kondisi makro dan mikro ekonomi saat ini. Dengan mempertimnbangkan prospek perkembang sektor dan siklus industri.
  • kondisi perusahaan. Ini adalah baian terpenting dari analisis fundamental saham. Investor sebaiknya memahami berbagai hal tentang bisnis, kondisi keuangan, produk dan jasa yang ditawarkan hingga manajemen perusahaan.

3. ANALISIS PERUSAHAAN

Faktor Fundamental perusahaaan dapat dibedakan menjadi 2 kategori

Faktor Kuantitatif

  • Return On Equity (ROE) untuk mengetahui kekuatan perusahaan dalam penghasilkan laba.
  • Debt Equity Ratio (DER) untuk mengetahui rasiohutang perusahaan
  • Price Earning Ratio (PER) Perbandingan Laba perusahaan dengan harga sahamnya
  • Earning Per Share (EPS) Laba untuk Setiap Lembar Saham
  • Book Value (BV) Nilai perusahaan apabila seluruh asetnya dijual, dan setelah hutangnya dilunasi. Maka yang tersisa disebut Book Value
  • Price To Book Value (PBV) adalah perbandingan book value dengan harga saham di pasar.

Faktor Kualitatif

  •  Manajemen Perusahaan, Mampu menjalankan perusahaan dengan efektif, Jujur, Berkompeten, rasional dalam mengambil keputusan dan berpihak pada pemegang saham.
  • Keunggulan Kompetitif, Keunggulan yang dimiliki perusahaan dalam menjalankan bisnisnya dibandingkan dengan kompetitornya.
  1. Aset Tidak Berwujud seperti Reputasi dan kekuatan Bran (Merek) sama berharganya dengan aset aset nyata perusahaan sepertu gedung kantor dan pabrik.meski tidak bisa di hitung dengan nilai yang pasti, tetapi memberi kontribusi yang cukup besar pada fundamental perusahaan. Contohnya Indofood memiliki Brand yang sangat terkenal bisa menjual produk atau jasa lebih tinggi daripada pesaingnya.
  2. Seperti basis pelanggan yang kuat, Jaringan Distribusi yang luas. Perusahaan dengan basis distribusi yang luas dan kuat tentu memaksimalkan laba dan meminimalisir beban operasionalyang timbul
  3. Bisnis yang memiliki modal tinggi, Contohnya adalah bisnis telekomunikasi, bisnis yang sulit dimasuki oleh pesaing karena modal yang dibutuhkan untuk terjun di sektor ini terbilang besar

 

4. Sumber Data

  • Laporan Keuangan (Financial statement, laporan yang memuat informasi keuangan suatu perusahaan, mulai dari Neraca, Laporan laba rugi, Laporan Perubahan Ekuitas,  Laporan Arus Kas. Pada umumnya setiap perusahaan yang sudah go Publik wajib mempublikasikan laporan keuangnya setiap kuartal ( 3 bulan sekali)
  • Laporan Tahunan (Anuual Report), Memuat Laporan Keuangan perusahaan selama 1 tahun penuh. Berbeda dengan laporan keungan, Laporan tahunan lebih lengkap karena memberikan informasi terkait profil perusahaan, Manajemen, Prospek Hingga Risiko yang dihadapi perusahaan.
  • Publik Ekspose (Public Expose) adalah pemaparan manajemen perusahaan terkait dengan kondisi bisnis perusahaan. Setiap emiten wajib melaksanakan publik ekspose setidaknya sekali dalam setahun. Berbeda dengan RUPS yang hanya boleh dihadiri pemegang saham, Public expose boleh dihadiri siapa saja. Tidak perlu khawatir bila tidak sempat hadir pada suatu publik ekspose, karena materi dan hasil tanya jawabnya akan di publikasikan juga di website idx.
  • Keterbukaaan Informasi, Penjelasan yang diberikan perusahaan terkait aksi koorporasi yang akan dilaksanakan. Dan hal hal lain yang perlu diketahui oleh investor.

5. Aplikasi Pendukung Analisis fundamental saham

Dalam Melakukan Analisis, Tentu diperlukan aplikasi pendukung untuk mengumpulkan data data emiten yang akan dianalisis. Berikut adalah aplikasi dan website yang penulis gunakan untuk memudahkan analisis fundamental.
  • Aplikasi yang paling mudah untuk menetahui rasio dasar suatu emiten adalah RTI bisnis, kita bisa mendapatkan rasio rasio dasar suatu emiten  hanya dalam hitungan menit tanpa perlu repot repot membaca laporan keuangan. Tinggal download Aplikasinya, penulis yakin, rekan-rekan bisa dengan mudah mengoperasikan aplikasi ini
  • Morningstar, ini digunakan untuk mengecek rasio rasio fundamental hingga 10 tahun ke belakang.  Caranya tinggal kunjungi http://financials,morningstar,com/ratios/r,html?t=ASII&region=idn&culture=en-US . tinggal ganti tanda koma menjadi tanda titik  dan ASII diganti dengan kode emiten yang diinginkan.
  • Aplikasi yang disediakan sekuritas juga kadang sangat membantu dalam screening saham, seperti Poem milik Philips sekuritas. Untuk memudahkan filter 600 emiten menjadi emiten-emiiten yang benar-benar memenuhi kriteria rasio dasar seperti yang disebutkan diatas.
  • Fitur screening dari Stockbit juga sangat memudahkan untuk melakukan screening, sayangnya fitur ini hanya bisa dinikmati member Pro .
  • Website Bursa Efek Indonesia. Data mulai dari Laporan Keuangan, Laporan Tahunan, Publik Ekspose, Perspektus hingga keterbukaan informasi bisa di dapatkan disini.

6. Rekomendasi Buku Analisis Fundamental Saham

  • Sukses Berinvestasi Ala Buffet karya James Pardoe, Buku yangajarkan tentang mindset dan konsep dalam berinvestasi saham. Membaca buku ini akan memberi anda ketenangan dalam berinvestasi
  • Smiling Investor Karya Lukas Setia Atmaja, Buku yang baik dibaca sebelum terjun ke investasi saham. Buku ini mengajarkan mindset mindset investasi, sehingga anda tidak mudah panik ketika terjun di pasar modal. Buku ini di sajikan dalam bentuk komik sehingga sangat ringan dan mudah dipahami.
  • Buku Teguh Hidayat, Untuk yang pertama kali belajar analisis fundamental, admin sarankan baca buku ini. Buku yang dibuat oleh seorang praktisi dengan bahasa yang mudah dipahami.
  • Buku Joeliardi Sunendar, untuk yang sudah memahami rasio rasio umum dalam analisis fundamental, bisa melanjutkan membaca buku ini.
  • OneUp On Wall Street Karya Peter Lynch, Buku Tentang Analisis Fundamental yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita sehari hari.
  • The Warren Buffet Ways karya  Robert G Hagstom,Buku yang membahas tentang metode valuasi Discounted Cash Flow dan cara Menilai Manajemen Perusahaan.
  • The Intelligent Investor Karya Benjamin Graham, Buku yang sangat terkenal karena memperkenalkan konsep mr Market dan Margin Of Safety yang menjadi pedoman metode value investing

7. Kelebihan dan kekurangan

Kelebihan Analisis Fundamental Saham, berinvestasi jadi lebih santai. Fundamental perusahaan Tidak akan berubah dengan cepat, berbeda dengan analisis tehnikal yang datanya bisa berubah dalam hitungan jam atau bahkan menit. Kondisi Fundamental perusahaan setidaknya akan berubah-ubah setiap 3 bulan sekali. Jadi dalam 3 bulan, kita hanya perlu menganalisis 1x.

Kekurangan analisis fundamental Saham adalah memerlukan waktu yang lebih lama untuk menganalisis.Terkadang, Harga Saham di pasar bisa sangat berbeda dengan kondisi fundamental perusahaan. Sehingga bagi investor yang menggunakan analisis ini sebaiknya memiliki kesabaran dan mental investasi yang baik.



No comments:

Post a Comment