Senin, 21 Januari 2019

KInerja Investasi Sahamku Tahun 2018

Setelah mengevaluasi kinerja investasi sahamku tahun sebelumnya. Penulis berusaha memperbaiki kekurangan dalam metode investasi. Tahun lalu hanya ROE terakhir yang diperhatikan, untuk tahun ini ROE yang diperhatikan adalah 5 tahun terakhir. Harapannya untuk meminimalisir bias yang timbul oleh saham yang kinerjanya bagus hanya pada tahun tertentu atau bahkan kuartal tertentu.

Tahun ini penulis mencoba menghitung nilai instrinsik tidak hanya dari PBV. Bila sebelumnya saham dijual ketika PBVnya = 1 atau Book value sama dengan market price.  Tahun 2018 ada dua metode yang coba untuk diterapkan dengan harapan memaksimalkan profit yang bisa dicapai.

KInerja Investasi Sahamku Tahun 2018
Kinerja Investasi Sahamku 2018

Bisa Dilihat sekilas Kinerja investasisahamku secara keseluruhan hampir menyentuh angka 200%, dengan kinerja tahunan ada di angka 26%. Ini bisa dikatakan cukup baik untuk investor pemula. Kinerja yang baik di tahun ini bukan berarti harus puas dan berbangga hati. Evaluasi harus tetap dilakukan dan segera memperbaiki kesalahan-kesalahan yang telah dibuat. Meski kinerja tahun depan belum tentu sebaik tahun ini, setidaknya kesalahan telah diminimalisir, ilmu dan pengalaman penulis di dunia pasar modal pun semakin bertambah.

 

Metode Investasi


Kinerja saham dinilai menggunakan rasio Renturn On Equity  (ROE), diusahakan memilih saham yang memiliki ROE lebih besar atau sama dengan 10% dan konsisten minimal 5 tahun terakhir.

Kondisi keuanan menggunakan rasio Debt To Equity (DER), saham yang dipilih adalah yang memiliki DER lebih kecil dari 0.8x.

Untuk harga perusahaan, Price To Book Value (PBV) masih menjadi andalan. Filternya tidak berbeda jauh dengan tahun 2016. Saham yang dibeli yang PBVnya lebih kecil dari 0.8x.

Bila sebelumnya saham dijual ketika harga di pasar sama dengan book value per share, tahun ini ada 2 metode yang diterapkan. 6 bulan pertama nilai wajar (intrinsik ) dihitung menggunakan cara sebagai berikut, apabila ROE perusahaan 10% maka harga wajarnya adalah pada saat PBV 1. ROE 15 maka saham baru dijual ketika PBVnya 1.5x dan terakhir apabila ROEnya 20% maka sahamnya dijual ketika PBVnya 2x.

Metode Penghitungan 6 bulan kedua, sedikit lebih optimis. Nilai Intrinsik dihitung dengan nilai Book Value dikali dengan rata-rata ROE 5 tahun terakhir.

Nilai intrinsik = Book Value + (Book Value x Rata-rata ROE 5 Tahun terahir)
Kemudian hasilnya dikali lagi dengan Rata-rata ROE, begitu terus hingga 5kali. Hasil yang kelima adalah nilai intrinsik yang penulis gunakan.

Menghitung NIlai Intrinsik
Contoh Penghitungan Nilai Intrinsik


Warna Hijau : Nilai Intrinsik untuk perusahaan yang kinerjanya konsisten selama 5 tahun
Warna Biru   : Nilai Intrinsik untuk perusahaan dengan kinerja konsisten selama 10 tahun



Kesalahan
  • Tidak memperhatikan Manajemen perusahaan, mungkin ada yang ingat ketika itu saham AISA terkena kasus hukum yang membuat bisnisnya terganggu dan harga sahamnya dari 2000 per lembar menjadi 100an perlembar Plus di suspen. 
  • Tidak sabar dan tidak disiplin dengan metode investasi yang telah ditetapkan.


Catatan
  • Data yang dimasukkan adalah data di akhir bulan saat hari bursa.
  • Dana Kelolaan adalah Nilai Market semua saham yang ada dalam Portofolio.
  • Tidak ada informasi terkait posisi cash, sehingga dana kelolaan murni dari nilai market saham dalam Portofolio.
  • Data kinerja tahun 2017 belum 100% valid  karena data dari sekuritas yang belum maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar