Kamis, 12 September 2019

Memilih Emiten Berkinerja Baik

Memilih Emiten Berkinerja Baik


Pepetah mengatakan “Banyak Jalan Menuju Roma” begitu juga dalam dunia investasi. Ada banyak cara dan prinsip untuk sukses. Namun dari sekian banyak prinsip yang disampaikan ahli dan professional, sulit rasanya untuk mengabaikan 3 prinsip dari Warren Buffet.  Dengan prinsip ini  Buffet berhasil meningkatkan nilai perusahaannya 19.730 kali lipat. Atau berhasil mengubah 1 juta menjadi 19.7 Milyar.

Berikut adalah 3 Prinsip Sukses Investasi ala Warren Buffet.

  1. Memilih emiten yang berkinerja baik
  2. Membeli di Harga Wajar
  3. Menjadikan Waktu sebagai teman

Secara sederhana berkinerja baik artinya  memiliki produk yang disukai dan dibutuhkan konsumen.  Merupakan pemimpin pasar di sektornya dan memiliki wide moat. Lebih jauh tentang emiten berkinerja baik, Bapak Joeliardi Sunendar dalam bukunya “Cara Simpel Berinvestasi di Pasar Modal”menyebutkan ada 5 rasio yang bisa digunakan untuk menemukan emiten yang berkinerja baik.

Sales Growth atau peningkatan nilai penjualan. Rasio ini menggambarkan serta mengindikasikan emiten memiliki produk yang disukai oleh konsumen.  Setidaknya emiten konsisten mencetak peningkatan penjualan 5% selama 5 tahun berturut-turut.

Gross Margin adalah rasio yang menggambarkan perbandingan harga jual produk dengan biaya produksinya. Emiten memiliki produk yang tidak hanya dibutuhkan tetapi juga disukai oleh konsumen akan leluasaan untuk meningkatkan nilai jual. Kita ambil contoh starbucks yang mampu menjual kopi 5 hingga 10 kali lipat harga kopi pada umumnya. Gross Margin yang tinggi adalah salah satu indikasi emiten yang luar biasa

Retun on Equity adalah kemampuan emiten menghasilkan laba dengan modal yang digunakan. Usahakan selalu memilih emiten yang memiliki return on equity  minimal 15%. Tentu kurang bijak memilih emiten yang bahkan returnnya dibawah deposito karena kita tahu bahwa resiko pada investasi saham jauh lebih besar daripada investasi pada deposito.

Cash Flow From Operation adalah uang tunai yang dihasilkan perusahaan dari hasil operasionalnya. Laporan laba rugi menunjukan keuntungan perusahaan yang diperoleh berdasarkan prinsip akuntasi sedangkan cash flow from operation menunjukkan uang tunai yang benar benar dihasilkan dan diterima oleh perusahaan. cash flow from operation tinggi tentu menguntungkan emiten dimana tidak memerlukan tambahan modal atau belanja modal ( Capex ) untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kegiatan usaha.

Nilai buku disini yang dimaksud lebih mengarah kepada book value per share ( Nilai Buku per lembar Saham ) dibandingkan kepada book value secara keseluruhan. Emiten yang konsisten menunjukkan peningkatan book value per share memberi kita gambaran bahwa emiten mampu memupuk modal dan meningkatkan nilainya secara signifikan dari tahun ke tahun.

Menganalisis emiten berkinerja baik setidaknya memerlukan 2 pendekatan. Pendekatan kuantitaf dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuntitatif lebih mengarah pada rasio rasio seperti contoh diatas dan pendekatan kualitatif mengarah pada emiten dengan economic moat dan emiten yang tergolong dalam capital efficient company. Jika anda menemukan kombinasi emiten yang memenuhi pendekatan kuantitatif dan kualtatif diatas, segera masukkan ke watchlist.

Mengapa watchlist? Karena kita harus memastikan emiten tersebut memenuhi prinsip investasi kedua, membeli di harga wajar. Sebaik apapun emiten yang anda beli bila harga yang dibayarkan terlampau tinggi, tidak akan membeli return yang memuaskan. Lebih jelas tentang cara menghitung harga wajar saham akan dibahas secara khusus di artikel berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar