Sabtu, 24 Agustus 2019

Angka Penting Dalam Analisis Fundamental

Angka Penting Dalam Analisis Fundamental

Laba
Menganalisis saham berdasarkan laba, tidak jauh berbeda dengan menganalisis rumah, toko atau apartemen yang mungkin akan anda beli. Sering diabaikan bahwa sebuah saham bukanlah tiket undian tetapi bukti kepemilikan  dari sebuah perusahaan. Coba anda perhatikan grafik harga dan laba sebuah perusahaan, keduanya akan bergerak beriringan, atau jika salah satunya menjauh, pada akhirnya mereka akan bergerak seirama lagi. Selama laba terus naik tidak ada yang bisa menghentikan kenaikkan harganya

Persen penjualan
Ketika tertarik dengan perusahaan karena tertarik dengan produknya, misalnya Indomie goreng. maka sebelum membeli perusahaan selalu perhatikan seberapa besar persen penjualan Indomie terhadap keuntungan atau laba yang diperoleh diperoleh perusahaan. Tentu Hal ini penting untuk diperhatikan karena apabila anda tertarik pada suatu produk atau jasa layanan suatu perusahaan pastikan penjualannya berkontribusi besar terhadap laba.

PER
Price Earning Ratio mungkin adalah angka yang tidak asing lagi bagi beberapa orang yang sudah terjun ke dunia saham namun harus kita pahami bahwa ketika perusahaan memiliki PER 15 maka perusahaan tersebut diekspektasikan dapat tumbuh sebesar 15% dalam 1 tahun ke depan. Yang kita harapkan tentu adalah perusahaan yang mampu membukukan pertumbuhan di atas PER. Tetapi apabila pertumbuhan lebih kecil dari angka PER maka ini bukanlah pertanda yang baik.

Posisi kas perusahaan.

Sebelum membeli saham usahakan untuk selalu memperhatikan jumlah kas yang dimiliki perusahaan. Tidak jarang pmereka menyimpan kas yang begitu banyak,  bahkan ada yang jumlahnya bisa lebih besar daripada market cap. Memang terdengar mustahil tetapi apabila anda telah diteliti Anda dapat menemukan perusahaan sejenis ini di Bursa Efek Indonesia.

Hutang perusahaan

Hampir semua perusahaan di Bursa memiliki hutang baik utang jangka panjang maupun jangka pendek. Hutang ibarat pisau bermata dua di mana bisa membantu pertumbuhan perusahaan dan bisa juga menyebabkan kebangkrutan perusahaan. Perusahaan dengan rasio utang yang kecil tentu memiliki daya tahan yang lebih tinggi apabila krisis terjadi sewaktu-waktu. Selain jumlah besaran utang yang harus diperhatikan adalah jenis hutan Apakah hutangnya berupa utang bank yang memiliki bunga besar atau utang obligasi yang bunganya dan resikonya lebih rendah.

Deviden

Perusahaan yang tidak membagikan dividen akan memiliki kemampuan yang lebih pesat dalam berkembang tetapi perusahaan yang membagikan dividen selalu menarik dimata investor. Terlebih apabila perusahaan tetap membagikan deviden di saat krisis.

Book value.
Rasio ini adalah salah satu rasio yang paling digemari oleh investor. Karena penerapannya yang sangat mudah dan sederhana. Perusahaan yang dengan book value 1000 per lembar saham apabila di pasar harganya Rp500 lembar maka perusahaan tersebut dapat dikatakan diskon 50%. Masalahnya di sini adalah terkadang book value sangat berbeda dengan nilai yang sebenarnya nya. Contohnya adalah perusahaan tekstil yang memiliki stok kain lama yang sudah tidak terpakai. Kain ini bisa saja dinilai Rp200.000 per meter pada laporan keuangan tapi kenyataannya menjual kain Stok Lama tidaklah mudah, bahkan bila dijual dengan Rp50.000 per meter. Peter lynch menyatakan semakin dekat dengan produk akhir semakin sulit menentukan nilai dari suatu persediaan. Anda bisa tahu nilai kapas, tetapi Berapa harga baju berwarna orange?. Hal-hal ini yang sebaiknya selalu diperhatikan  apabila membeli saham berdasarkan book value.

Aset Tersembunyi
Tidak jarang nilai book value lebih rendah daripada nilai realitanya. Ada banyak aset yang tidak mampu atau tidak bisa dituliskan dalam book volue contohnya brand, hak paten, loyalitas pelanggan dan  keringanan dalam membayar pajak juga terkadang menjadi keuntungan tersembunyi.

Cash flow
Cash flow adalah jumlah uang yang diterima perusahaan setelah menjalankan bisnisnya. Hampir semua perusahaan menghasilkan uang tetapi beberapa diantaranya nya menghabiskan biaya operasional sangat besar. Ada yang membutuhkan biaya operasional 1 M untuk menghasilkan keuntungan 10 juta. Ada juga perusahaan yang membutuhkan biaya operasional yang sama namun mampu menghasilkan keuntungan hingga 300 juta.

Persediaan.
Dalam berinvestasi di sektor manufaktur atau ritel selalu perhatikan persediaan. Kenaikan persediaan yang melebihi kenaikan penjualan adalah tanda yang kurang baik. Karena produk lama perusahaan akan bersaing dengan produk baru yang tentu akan membuat perusahaan mendiskon barang. Sehingga profit margin perusahaan mengecil.

Rasio pertumbuhaan.
Perusahaan dengan pertumbuhan 20% dan PER 20 lebih baik dari perusahaan dengan pertumbuhan 10% dan PER 10 ( diasumsikan rasio lainnya sama). Sepintas keduanya terlihat sama tetapi hasilnya akan sangat berbeda 10 tahun kedepan. Bila dimulai dengan modal awal 1 dolar perusahaan dengan ROE 20% dan PER 20x akan menjadi 6,19 dollar berbanding 2.59. Bila dikalikan dengan PR nya masing-masing maka akan menjadi 123,8 dollar vs 25.9.

Profit Margin
Tidak ada gunanya membandingkan profit margin perusahaan yang berada pada sektor yang berbeda tetapi ini akan sangat membantu apabila digunakan pada sektor atau industri yang sama. Perusahaan dengan profit margin 15% tentu lebih baik dibandingkan perusahaan dengan profit margin 2%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar