Sunday, January 12, 2020

Belajar Investasi Ala Benjamin Graham

Belajar Investasi Ala Benjamin Graham


Benyamin Graham adalah Ahli Investasi di Abad XX dan disebut sebut sebagai bapak teori investasi modern.  Beliau merupakan mentor bagi investor sukses lainnya, termasuk mentor bagi investor saham tersukses saat ini,  Warren Buffet. Selain membeli perusahaan yang diskon, beliau juga menekankan untuk memahami bisnis inti perusahaan. Perlu menjadi catatan juga bahwa Hal yang tidak kalah penting dalam berinvestasi adalah kemampuan untuk  mengontrol emosi.

Ketika Berusia 19 tahun , Warren Buffet mengenal Benjamin Graham memalui bukunya yang berjudul “ Intelegent Investor”. Buku yang dianggapnya sebagai buku investas terbaik yang pernah ada. Hal inilah yang membuatnya menawarkan diri  untuk bekerja pada Benjamin Graham  ( Tanpa Bayaran ).Return Investasi Benyamin Graham mungkin tidak sebaik Warren Buffet, Ia terlalu asik  untuk menemukan terori-teori dalam investasi. Ide-ide investasinya inilah yang membantu Warren Buffet menjadi investor yang sangat sukses saat ini.

Menurut Penulis, Benjamin Graham adalah Investor dengan tipe defensif. Investor yang mengutamakan keamanan dan tidak menyukai spekulasi untuk memperoleh hasil yang luar biasa. Namun dengan tipe defensif ini dia tetap bisa mendapatkan return lebih tinggi dari pasar pada umumnya.

Ada 4 elemen yang harus dipelajari untuk memahami cara investasi Benjamin Graham

Analisis Secara Menyeluruh
Investor yang cerdas harus memahami denganbaik perusahaan yang akan dibelinya.  Mulai dari Kondisi Keuangan, Kualitas Manajemen, Deviden dan Prospek Masa depannya,
Ketika menganalisis sebuah perusahaan, benjamin graham menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Analisis Kuntitaf lebih menekankan pada angka-angka yang tercatat pada laporan keuangan. Berbeda dengan Analisis Kuantitatif, analisis Kualitatif lebih sulit dilakukan karena perlu usaha lebih keras untuk menemukannya. Contohnya seperti jenis bisnis, kemampuan manajemen, Kekuatan Brand dan lain lain.

Nilai Intrinsik
Nilai Intrinsik adalah harga suatu perusahaan yang dibenarkan oleh fakta. Fakta yang meliputi aset, pendapatan, deviden dan prospek yang pasti.  Kita awal-awal berinvestasi, penulis menggunakan book value sebagai nilai intrinsik suatu perusahaan. Namun setelah melihat pernyataan dari Benyamin Graham, penulis menyadari bahwa book value berbeda dengan nilai intrinsik, karena  Book Value tidak ada kaitannya dengan pendapatan perusahaan

Margin Keamanan
Margin Keamanan adalah salah satu elemen investasi Benyamin Graham yang masih di terapkan Warren Buffet sampai sekarang.  Margin Keamanan ini ada perbandingan antara nilai intrinsik perusahaan dengan nilai perusahaan di pasar ( Harga saham di bursa ). Selisih inilah yang melindungi investor dari kerugian apabila perusahaan yang dibeli kinerjanya justru menurun

Fluktuasi Harga
Para investor cerdas harus mencoba untuk mengambil keuntungan dari fluktuasi harga dan tidak terlalu mengkhawatirkannya. Berteman dengan fluktuasi pasar  adalah pelajaran penting yang dipelajari Warren Buffet dari Gurunya ini. Kita bisa memanfaatkan fluktuasi harga saham untuk memperoleh keuntungan dalam berinvestasi.  Karena Fluktuasi membuka peluang untuk membeli perusahaan ketika harga sahanya turun tajam dan menjualnya ketika harga sahamnya naik pesat. Tentunya tidak semua persahaan yang harga sahamnya turun tajam yang layak di beli, hanya perusahaan dengan kondisi fundamental yang bagus yang akan memberi keuntungan yang memuaskan.

Itulah elemen dalam investasi yang dapat kita pelajari dari Benjamin Graham. Semoga dipostingan berikutnya kita bisa membahasnya lebih dalam dan detail. Dari keempat elemen diatas adakah diantara rekan-rekan yang sudah mempraktekkannya? Silakan share pengalaman rekan-rekan dalam mengimplementasikan ramuan ajaib dari Benjamin Graham diatas.

No comments:

Post a Comment