Monday, June 8, 2020

Analisis Bisnis Saham ASII Astra Internasional

Analisis Bisnis Saham ASII

PT Astra Internasional didirikan di jakarta pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan perdagangan umum. Seiring denga kemajuan usaha dan rencana ekspansi, pada tahun 1990 perusahaan memutuskan untuk melakukan penawaran umum perdana ( IPO ) di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham ASII.

Hingga laporan tahunan terakhirnya, dengan dukungan 226.000 karyawan, astra telah memiliki aset 351 Triliun, pendapatan bersih 237 triliun dan mengembangkan bisnisnya hhingga menjadi 7 segmen usaha. Terdiri dari : Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, Teknologi Informasi dan Properti.

Segmen Usaha Otomotif
Segmen usaha otomotif terus memberikan kontribusi terbesar terhadap total pendapatan ASII dengan porsi 44%. Pendapatan bersih di segmen ini tercatat sebesar 103,3 Triliun dan berhasil membukukan laba bersih sebesar 8,4 Triliun.
Produk dan Jasa
  • Kendaraan Roda empat, Toyota, Lexus, Daehatsu, Isuzu, UD Trucks, Peugeot
  • Kendaraan Roda 2, Honda
  • Komponen, PtAstra Otoparts
  • Produk & Jasa Terkait Otomotif, Astraword dan Astra Digital Internasional

Segmen Jasa Keuangan
Segmen Bisnis Jasa keuangan ASII mampu  mencetak pendapatan Bersih di segmen ini tercatat 20,3 Triliun dan berhasil membukukan laba bersih sebesar 5,9 Triliun. Didukung peningkatan profitabilitas pada seluruh lini bisnis, yaitu bisnis pembiayaan konsumen, perbankan dan asuransi.
Produk dan jasa :
  • Pembiayaan Mobil, PT Astra Sedaya Finance dan PT ToyotaAstra Finance Service
  • Pembiayaan Sepeda Motor, PT Federal Internasional Finance
  • Pembiayaan Alat Berat,PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance
  • Asusransi Umum, PT Asuransi Astra Buana
  • Asuransi Jiwa, PT Astra Aviva Life
  • Jasa Perbankan, PT Bank Permata
  • Fintech, Pt Astra Welab Digital Arta

Segmen Alat Berat, Pertambangan, Kontruksi dan Energi
Segmen ini terkonsolidasi di bawah PT United Tractors anak usaha dengan kepemilikan 59,5%. Seluruh saham PT United Tracktors di bursa efek indonesia dengan kode UNTR. Pada tahun 2019 UNTR memberikan kontribusu pendapatan bersih  sebesar 35% atau 84 Triliun dan berhasil membukukan laba bersih sebesar 6,7 Triliun.
Produk dan jasa :
  • Mesin Kontruksi, PT United Tractors dan Traktor Nusantara
  • Kontraktor Penambangan, PT Pamepersada Nusantara
  • Pertambangan, PTTuah Turangga Agung danPT Agincourt Resources
  • Kontruksi, PT Acset Indonesia
  • Energu, PT Bhumi Jati Power

Agribisnis
Segmem Agri bisnis Grup Astra berada di bawah pengelolaan anak perusahaan PT Astra Agro Lestari. Yang telah tercatat di bursa efek indonesia dengan kode AALI. Kepemilikan grup astra pada AALI sebesar 79. Rendahnya harga minyak kelapa sawit atau Crude palm oil ( CPO ) mempengaruhi pendapatan Bersih di segmen ini, yang tercatat 17,5 Triliun dan hanya membukukan laba bersih sebesar 292 Miliar
Produk dan jasa :
  • Perkebunan Kelapa Sawit, PT Astra Agro Lestari
  • Pabrik Pengolahan Minyak Sawit, PT Tanjung Sarana Lestari dan PT Kreasijaya Adhikarya
  • Perdagangan Komoditi, Astra –KLK Pte
  • Peternakan di Perkebunan Kelapa Sawit, PT Agro Menara Rachmat

Infrastuktur dan Logistik
Dengan selesainya proses kontruksi dari seluruh proyek jalan tol Astra Infra, sehingga semua konsesi jalan tol milik Astra pun telah mulai beroperasi. Pencapaian ini memberikan pendapatan Bersih di segmen ini tercatat 7,4 Triliun dan berhasil membukukan laba bersih sebesar 168 Miliar
Produk dan jasa :
  • Infrastuktur Umum, PT Astra Tol Nusantaradan PT Astra Nusa Perdana
  • Logistik, PT Serasi Autoraya dan PT Solusi Mobilitas Bangsa
  • Jalan Tol, PT Marga Mandala Sakti, PT Marga Trans Nusantara, PT Marga Harjaya Infrastruktur, PT Trans Marga Jateng, PT Lintas Marga Sedaya dan PT Jasamarga Surabaya Mojokerta
  • Pelabuhan laut, PT Pelabuhan Penajam Buana Taka
  • Solusi Infrastruktur, Astra Infra Solution

Teknologi InformasiAstra Graphia Tbk adalah anak perusahaan dengan 76,9% sahamnya dimiliki ASII. Astra Graphia juga telah IPO di bursa efek indonesia dengan kode saham ASGR.  Anak usaha inilah yang menjalankan segmen Teknologi Informasi.Pendapatan Bersih di segmen ini tercatat 4,4 Triliun dan membukukan laba bersih sebesar 193 Miliar
Produk dan jasa :
  • Layanan Printing & Digital, PT Astra Graphia
  • Solusi Layanan Kantor, PT Astragrapia Xprins Indonesia
  • Teknologi Informasi dan Layanan Digital

Properti
Sebagai pilar bisnis terbaru dalam Grup Astra . ditengah situasi industri yang belum kondusif , segmen usaha properti bersama dengan mitra strategis nasional dan internasional. Astra Property membukakan pendapatan Bersih di 145 Miliar dan memberi kontribusi  laba bersih sebesar 83 Miliar
Produk dan jasa :
  • Properti Komersial, PT Menara Astra, PT Samadista Karya, PT Astra Astari Sejahtera dan PT Astari Marga Sarana
  • Perdagangan Properti, PT Brahmayasa bahtera, PT Samadista Karya, PT Astra Modern Land dan PT Award Global Infinity

Catatan Menarik Tentang ASII

Transformasi ASII di Era Digital. investasi langsung ke perusahaan Start up Decacorn Indonesia (GOJEK) dengan total nilai investasinya 250 juta USD. Astra dan Gojek kemudian membentuk perusahaan bersama, PT Solusi Mobilitas Bangsa. Bekerjasama dengan Gojek melalui GoFleet, untuk memberikan akses kendaraan serta layanan perbaikan, perawatan dan perlindungan asuransi. Investasi tidak langsung pada Go-Ventura, perusahaan modal ventura yang fokus untuk mendanai perusahaan start up. Bekerjasama dengan welab untuk membentuk perusahaan teknologi finansial  “Maucash” yang telah di download lebih dari 1juta pengguna.

Pada tahun 2018 ASII melalui anak usahanya UNTR mengakuisisi , Tambang Emas Martabe yang berlokasi di wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Pada akhir tahun 2019, jumlah cadangan sumber daya mineralnya diperkirakan sebesar 7,8 juta ons emas dan 64 juta ons perak.

PT Pelabuhan Penajam Benua Taka (Eastkal ) Sejak diakuisisi oleh Astra tahun 2013, pelabuhan dengan luas area 95 ha ini terus meningkatkan prasarana dan fasilitas operasionalnya, hingga saat ini telah menyediakan ekosistem yang lengkap dan terintegrasi dengan layanan sorebaseuntuk mendukung kegiatan hulu migas sertasektor industri penting lainnya di daerah selat makasar. Yang menarik adalah pelabuhan ini  terletak di Penajam Kalimantan Timur, berdekatan dengan area rencana ibu kota baru.

Telah menjual Bank Permata (BNLI) kepada Bankok Bank Public Company Limited. ASII telah menjual seluruh saham BNLI yang dimiliki senilai 16,83 Triliun. atau setara dengan Rp. 1346,97 per lembar saham. sebelumnya Astra Internasional (ASII) memiliki 44,56% saham Bank Permata. Dana Sebesar 16.83 Triliun ini  kedepannya akan digunakan untuk tujuan investasi perusahaan, selain itu dana sebesar 16.83 T itu tentu menjadi angin segar di tengah pandemi covid-19 yang terjadi di indonesia.




No comments:

Post a Comment