Saturday, February 6, 2021

Menghitung Kinerja Investasi Saham Untuk Investor Pemula

Bagaimana cara menghitung hasil investasi saham atau membuat laporan kinerja investasi?

Untuk investor pemula yang sudah investasi saham bertahun tahun tapi nggak tau berapa hasil investasinya, berapa return investasinya? mungkin cara ini bisa membantu.

Investor Tersukses Dunia memiliki kebiasaan merilis annual letter/letter to stockholder setiap tahunnya. Bahkan jauh sebelum dia mendirikan berkhire hatwatway tepatnya saat ia mendirikan partnership pertamanya. Buffet telah konsisten menulis laporan kinerja investasinya dalam sebuah artikel yang dikenal “shareholder letter”.

Menurut blimin, ini menunjukkan betapa pentingnya laporan ini bagi Warren Buffet. Selain untuk memberi laporan kepada partnernya. Laporan  ini bisa menjadi bahan evaluasi karena memuat strategi dan pandangan buffet pada tahun tersebut. Bahkan dia tidak segan untuk menuliskan kesalahan kesalahan yang dibuat dan beberapa kali memuji manajemen suatu perusahaan.

Meski belum sebesar investasi warren buffet, itu bukanlah halangan untuk tidak membuat laporan kinerja investasi setiap tahunnya. Warren Buffet sudah melakukannya sejak tahun 1957

Sejatinya membuat laporan kinerja investasi tidaklah sulit. Misalnya Di awal tahun 2021 kita mulai berinvestasi dengan modal 100 juta. diakhir tahun bila dana investasinya menjadi 120 juta. Maka dana investasinya tumbuh 20 juta atau 20% dari modal awal. Mudah bukan?

Tapi sebagai investor ritel yang terkadang suka melakukan top up data investasi di pertengahan tahun, maka cara perhitungannya menjadi sedikit berbeda. Untuk teman teman investor yang berinvestasi dengan sistem nabung saham, tentu akan mengalami masalah yang sama dengan admin.

Jadi ketika di awal tahun kita berinvestasi dengan dana kelolaan 100 Juta. dan setiap bulan kita bisa melakukan top up 10 juta. atau total 120 juta dalam setahun. Jika dana di akhir tahun dana kelolaannya menjadi 250 juta. tentu keuntungannya bukanlah 150 juta atau 150%. Mengingat data yang kita setor tentu tidak bisa dihitung sebagai keuntungan bukan. Lalu bagaimana cara menghitungnya?

Sebagai Investor ritel yang aktif menyetor ataupun menarik dana dari RDI. Maka salah satu cara untuk menghitung kinerja investasi dengan model indeks.  Cara yang sama juga digunakan untuk menghitung kinerja reksadana. Menurut penulis cara ini bisa menghitung kinerja investasi dengan tetap mempertimbangkan aliran dana masuk dan keluar.  Sehingga sejak pertama kali menghitung kinerja investasi, kami sudah menggunakan cara ini.


Cara Menghitung Kinerja Investasi



Anggap saja di tahun 2021, dana investasi kita adalah 100 Juta. Kemudian di akhir bulan Januari Nilainya menjadi 105 Juta (meningkat 5%). Kemudian tepat Tanggal 1 Februari top up data sebesar 10 Juta (nilai portofolio menjadi 115 juta). nah bila di akhir bulan februari nilai portofolio bertambah 5 juta (menjadi 120 juta) maka return investasi di bulan februari tidak lagi 5%, tapi hanya 4,3%. Pada awal bulan maret, kembali melakukan top up 10 juta ( nilai portofolio menjadi 130 juta). bila di akhir bulan maret kita kembali mendapat keuntungan 5 juta sehingga dana kelolaan menjadi 135 juta, maka returnya bulan itu adalah 3,8%.

Nah menurut admin metode indeks yang dijelaskan diatas bisa mengakomodir tingginya aktifitas baik setor maupun tarik dana tanpa mengabaikan proporsi dari return investasi.

Nah langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami istilah istilah dibawah ini
Dana Kelolaan      : Nilai Portofolio Investasi ( Nilai Saham (Market Value) + Uang Cah)
Unit Penyertaan    : Jumlah Lembar Yang Kita Miliki
NAB/Unit               : (Nilai Portofolio / Lembar Kepemilikan) ini lah yang nantinya bisa diibaratkan sebagai indeks untuk mengukur kinerja investasi

Cara Penggunaan

Tahap Pertama isi nilai  Dana Kelolaan, Misalnya nilai portofolio anda adalah 9 juta dan masih memiliki cash di akun itu sebesar 1 juta. maka masukkan pada kolom dana kelolaan sebesar 10 Juta
Tahap kedua terkait unit penyertaan, satuannya adalah unit atau untuk memudahkan bisa menggunakan kata lembar.  jadi terserah mau memasukan 1000, 100, atau 10.000 lembar. jumlah ini akan mempengaruhi nilai NAB/Unit. 

Untuk memudahkan kita menggunakan 10.000 lembar, sehingga NAB/Unit kita di awal adalah 10.000. Jadi pada titik ini bila kalian deposit 10.000 rupiah. Maka jumlah lembar kepemilikan  kalian akan bertambah 1, Tapi nilai NAB/Unit akan tetap 10000. Sehingga aliran dana masuk ataupun keluar rekening tidak akan mempengaruhi perhitungan kinerja investasi kalian.

Semoga penjelasan admin diatas tidak terlalu membingungkan ya. bila kurang jelas silakan berkunjung tutorial versi videonya di channel youtube "DIARY INVESTASI. dan untuk kalian yang mau file exel yang blimin buat diatas. Silakan klik disini ya.

Catatan Admin
Mengingat blimin tidak memiliki latar belakang apapun tentang dunia keuangan dan investasi. Maka cara ini admin susun berdasarkan sumber sumber dari internet yang tentu saja tidak bisa dijamin ketepatannya berdasarkan kaidah ilmu keuangan. Tapi secara logika, cara ini menurut blimin masuk akal kok. Jadi untuk temen teman yang mau memberi saran atau kritik dipersilakan ya. Jangan ragu ragu.

No comments:

Post a Comment