Untuk kamu yang tertarik membeli saham bank, tapi bingung bagaimana cara analisisnya, artikel ini mungkin akan membantumu menemukan saham bank yang menarik. Mari kita membahas rasio sederhana untuk mengetahui kondisi fundamental perbankan.
Sektor perbankan adalah salah satu sektor yang kinerjanya konsisten di Bursa Efek Indonesia. Tidak heran, jika perbankan adalah salah satu sektor saham favorit Pak Lo Kheng Hong. Bahkan, akhir-akhir ini dia membeli saham BBRI dan BMRI dengan jumlah fantastis. Selanjutnya mari kita bahas sektor perbankan dari yang paling sederhana, yaitu model bisnisnya, atau bagaimana perusahaan menghasilkan keuntungan.
Model Bisnis Bank.
secara sederhana, model bisnis bank membantu menyimpan dana dari masyarakat melalui tabungan, deposito maupun giro. dimana kemudian dana inilah yang disalurkan kembali kepada masyarakat melalui kredit. Misalnya bank memberi bunga hingga 3% untuk masyarakat yg menyimpan uang di bank dan memberi bunga 9% bagi masyarakat yang mengajukan pinjaman atau kredit. selisih bunga inilah yang menjadi sumber pendapatan bank.
Untuk memudahkan memahami konsep dan arti rasio-rasio sektor perbangkan. Pertama-tama mari kita download laporan keuangannya dengan langkah-langkah sebagai berikut :
- Kunjungi Website bursa efek indonesia
- pilih menu berita
- kemudian sub menu pengumuman
- pada kolom pencarian masukan Penyampaian Bukti Iklan Informasi Laporan Keuangan BBNI
- kamu bisa mengganti BBNI dengan bank yang kamu ingin analisis.
setelah berhasil di download, langsung scrol hingga Rasio Kinerja, atau bisa langsung gunakan fitur search. Nah kamu pause dulu membaca artikel ini, sampai kamu berhasil download laporan bank yang kamu inginkan.
Secara sederhana, kita dapat menganalisis fundamentak saham bank dengan 4 aspek berikut ini.
Aspek Profitabilitas
Aspek Kualitas Kredit.
Aspek Ketahanan Modal
Aspek Manajemen
1. ASPEK PROFITABILITAS
Atau Sederhananya kemampuan Bank menghasilkan keuntungan. Semakin tinggi kemampuan sebuah bank dalam mencetak laba, maka sudah tentu semakin bagus bank-nya. Aspek profitabilitas ini dapat diukur berdasarkan tiga rasio, yaitu net interest margin (NIM), return on asset (ROA), dan return on equity (ROE). Semakin tinggi ketiga rasio tersebut, maka semakin tinggi kemampuan bank yang tersebut dalam menghasilkan laba.
Net Interest Margin
Agar lebih mudah dipahami blimin anggap saja sebagai bunga pinjeman - bunga tabungan. Meski tidak sepenuhnya benar, penjelasan ini lebih mudah dimengerti oleh investor pemula.
Pendapatan Bunga Bersih = Pendapatan Bunga - Beban Bunga
Aset Produktif = Misalnya tabungan dan deposito nasabah
Jika kamu masih bingung, blimin akan beri analoginya.
Surya Nabung di sebuah bank sebesar 1 miliar rupiah dan mendapatkan bunga 3% per tahun (Bunganya 30 juta). Putra meminjam dari Bank tersebut sebesar 800 juta, dan diberi bunga 10% (Bunganya 80 juta).
NIM bukan 10%-3% =7%
Melainkan NIM = 80 juta - 30 juta / 1 miliar = 5%
inilah gambaran umum tentang Net Interest Margin. tentunya semakin tinggi NIM suatu bank maka semakin semakin bagus bank tersebut.
Return On Equity & Return On Aset
ROE, Return On Equity adalah Rasio yang membandingkan laba dengan Ekuitas atau modal bersih Perusahaan. ROA, Retun On Aset adalah Rasio yang membandingkan laba dibandingkan dengan Total Aset Perusahaan. Blimin tidak akan membahas kedua rasio ini lebih lanjut karena mayoritas investor pemula sudah memahaminya.
2. ASPEK KUALITAS KREDIT
Pendapatan utama bank berasal dari bunga kredit/pinjaman yang mereka salurkan, tentusaja pinjaman itu sendiri memiliki risiko, dimana peminjam tidak mampu membayar pinjamnya. Atau yang lebih sering kita dengar sebagai kredit macet. Ada rasio yang memberi kita gambarkan jumlah kredit macet dibanding total kredit yang disalurkan, yaitu non performing loan (NPL), Semakin besar NPL ini, maka semakin jelek bank-nya karena itu berarti jumlah kredit macetnya semakin besar.
Non Performing loan
Pada laporan keuangan bank, NPL ini ada dua rasio, yaitu NPL gross dan NPL net. NPL gross adalah NPL yang membandingkan jumlah kredit berstatus kurang lancar, diragukan, dan macet yang disatukan, dengan total kredit yang disalurkan. Sedangkan NPL net adalah NPL Gross - CKPN (Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan). Blimin Lebih suka memperhatikan NPL Gross, Semakin besar NPL gross ini, maka semakin jelek bank-nya, karena itu menunjukkan mereka tidak menyeleksi calon peminjam dengan baik. Kredit macet di bank dicatat sebagai kerugian (karena duitnya kan hilang begitu saja).Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN)
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Aset Keuangan.Cadangan yang dibuat oleh bank untuk mengantisipasi kemungkinan kerugian akibat pemberian pinjaman ke nasabah. Model bisnis bank yang menyalurkan dan memberi pinjaman tidak dapat terhindar dari resiko kredit macet atau gagal bayar. Untuk mengantisipasi hal tersebut bank membentuk CKPN untuk meminimalir dampak dari kredit tersebut terhadap bisnis bank secara keseluruhan. Semakin besar nilainya maka bank memperkirakan kredit bermasalah juga membesar. dan perlu kita pahami juga adalah nilai CKPN ini menggerus laba perusahaan.
3. ASPEK KETAHANAN MODAL
Salah satu masalah yang sering dihadapi bank adalah masalah likuiditas. Atau Sederhananya kekurangan uang Cash karena sebagian besar uangnya disalurkan sebagai kredit. Itulah mengapa rasio kecukupan modal ini penting. Ada 2 Rasio yang menurut Blimin bisa digunakan untuk mengukur kekuatan modal perusahaan. pertama menggunakan capital adequacy ratio (CAR). Dan Rasio yang Kedua adalah LDR ( Loan to Deposite Ratio ).
Capital Adequacy Ratio (CAR)
Atau dalam bahasa indonesia disebut Rasio Kecukupan Modal Minimum (KPMM). Rasio ini merupakan perbandingan antara modal bersih yang dimiliki bank dengan total asetnya. Contohnya, Kamu mendirikan Bank dengan modal 2 milyar. Bank ini kemudian berhasil menghimpun banyak nasabah dan mengumpulkan dana pihak ketiga/DPK (tabungan, deposito, dan giro) dari masyarakat sebesar total 5 milyar. Bank ini juga memiliki aset-aset lain diluar modal dan DPK, senilai total 3 milyar. Dengan demikian, total aset bank anda adalah 2 + 5 + 3 = 10 milyar. Lalu berapa CAR bank anda? Ya modal bersih dibagi total aset, alias 2 / 10 = 0.20 = 20%.
Ilustrasi tadi adalah gambaran sederhana cara untuk menghitung Capital Adequacy Ratio. Pada prakteknya, rumus untuk menghitung CAR terbilang rumit dan panjang, dan sama sekali tidak sesederhana seperti yang diilustrasikan diatas. Untungnya, kita gak perlu capek-capek menghitungnya karena bank sudah menampilkan CAR mereka pada laporan keuangannya. Contohnya, pada kuartal III 2025 Bank BNI (BBNI) tercatat CAR 21,09%. Dengan demikian kita bisa mengatakan, total modal BBNI dengan memperhitungkan berbagai faktor resiko, adalah 21% dari total asetnya. Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas perbankan di Indonesia, menetapkan batas minimum CAR di 8%. Jadi kalau ada bank yang CAR-nya yang kurang dari 8%, maka bank tersebut akan dilikuidasi.
Loan To Deposit Ratio
4. Aspek Manajemen
Aspek Terakhir adalah Manajemen Perusahaan. seberapa efektif dan efisien perusahaan menjalankan bisnisnya. Untuk mendapatkan gambaran umumnya, blimin biasa menggunakan rasio BOPO. Atau tepatnya Beban Operasional terhadap pendapatan Operasional. Rasio yang menggambarkan seberapa Efisien Bank menjalankan bisnisnya.
BOPO adalah Total Beban Operasional dibagi Total Pendapatan Operasional. Beban operasional terdiri dari gaji pegawai, Biaya Kebutuhan sehari hari kantor, biaya promosi dan termasuk di dalamnya pembayaran bunga pada nasabah. Pendapatan Operasional terdiri Bunga Pinjaman dan Non Bunga (biaya administrasi). Semakin rendah nilainya semakin Bagus. Jika NIlainya diatas 100% itu artinya perusahaan merugi.
Kembali ke laporan keuangan Bank BNI, mari kita lihat perbandingan Beban Operasional perusahaan terhadap pendapatan Operasionalnya. untuk Bank BNI angkanya ada di angka 72%. Dari rasio ini kita dapat memperkirakan seberapa efektif dan efisien perusahaan menjalankan bisnisnya. Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas, kita bisa membandingkan rasio BOPO bank BNI dengan Bank yang lain.
Itulah cara sederhana menganalisis saham-saham perbankan. Semoga penjelasan tadi bisa langsung kamu praktekkan, ya. Jika ada hal yang kurang sesuai, atau kalian punya pengalaman menarik soal saham bank, jangan ragu, Langsung saja tulis semua pertanyaan dan masukan kamu di kolom komentar di bawah.
Oh, ya! Kalau kalian merasa artikel ini benar-benar bermanfaat dan kamu bisa mendukung blimin lewat fitur membership berikut ini ya. Terima kasih sudah menonton sampai akhir. Sampai ketemu lagi di artikel Blimin selanjutnya!











Post a Comment for "Analisis Saham Bank untuk Pemula dan Panduan Memahami NIM, CAR, NPL, CKPN, LDR, dan BOPO."