Lebih Cuan jadi Trader atau Investor ?

Saat pertama kali membeli saham, dengan bangga blimin mengatakan ke keluarga dan teman-teman kalau blimin adalah seorang Investor saham. Tapi sekarang blimin baru menyadari, ternyata saat itu blimin lebih mirib trader saham dibanding investor saham. Niatnya mau investasi jangka panjang, tapi tiap menit cek aplikasi saham? Ditambah lagi beli saham karena ikut-ikutan, kemudian panik sendiri tiap kali harganya merah. Kamu pernah mengalami hal yang sama? Kalau iya, Kamu harus menonton video ini.

Emang apa bedanya investor dan trader saham ? bukannya sama-sama membeli dan menjual saham untuk mendapatkan keuntungan?. iya blimin awalnya berpikir investor, trader atau bahkan main saham itu sama saja. Tapi setelah 10 tahun di bursa saham blimin menyadari bahwa trader dan investor saham itu adalah 2 strategi yang berbeda. Jadi ada baiknya sebelum membeli saham, kamu sudah menentukan mau menjadi trader atau menjadi investor. alasanya sederhana, agar kamu bisa mempelajari skill dan kemampuan yang sesuai dengan strategi yang akan digunakan. Latihan untuk mengikuti lomba lari maraton dan sprint 100 meter itu berbeda, Meskipun keduanya sama-sama olah raga lari.

Jadi Strategi Mana yang paling menguntungkan?  baik, blimin akan jelaskan perbedaan keduanya. kemudian silakan pilih yang menurutmu paling rasional dan mudah dipraktekan. Karena ada orang yang lebih menikmati menjadi trader dan orang lainnya yang merasa lebih nyaman menjadi investor.

TIGA PERBEDAAN UTAMA
Menurut Blimin, setidaknya ada 3 Hal yang membedakan trader dan investor. pertama dari Mindset, Kedua jangka waktunya, dan yang ketiga adalah cara pemilihan sahamnya."


PERBEDAAN 1: MINDSET

Dalam bahasa indonesia, trader adalah pedagang. Seseorang yang pekerjaannya menjual dan membeli barang untuk mendapatkan keuntungan. dalam hal ini yang diperjual belikan adalah saham. Trader cenderung melihat saham sebagai kertas berharga yang dapat diperjual belikan untuk mendapatkan keuntungan.

Sedangkan Investor Melihat saham sebagai bukti kepemilikan pada suatu perusahaan. yang artinya jika kamu memiliki saham Mandiri, maka kamu adalah salah satu pemilik bank Mandiri meski rasio kepemilikanmu sangat kecil.

PERBEDAAN 2: JANGKA WAKTU (TRADER)

"Yang Kedua, jangka waktu. Trader saham cenderung menginginkan keuntungan dari pasar modal dalam jangka waktu yang relatif singkat. Bisa mingguan, harian, Jam bahkan hanya dalam hitungan menit. Pertanyaannya: emangnya bisa? Jawabannya: bisa.

Harga suatu saham memang bisa naik ataupun turun hanya dalam hitungan menit. Entah itu perusahaan bagus ataupun jelek, harga sahamnya tetap akan berfluktuasi. Inilah yang dimanfaatkan oleh trader, Harapannya tentu ingin beli saat harganya rendah dan jual saat harganya naik lebih tinggi.


CONTOH TRADING (BMRI)
Ini adalah grafik saham Bank Mandiri (BMRI) selama 1 hari di tanggal 10 April. Disini trader membeli 100 lembar saham (1 Lot) BBMI senilai 4570/lembar atau setara 457.000. kemudian dijual saat harga sahamnya naik menjadi 4.670/lembar. sehingga trader sudah mendapatkan keuntungan Rp. 10.000. Lalu bayangkan jika trader tersebut ternyata membeli 100 lot? berapa keuntungan yang dia dapatkan hanya dalam 1 hari trading.

Trading vs Investing


PERBEDAAN 2: JANGKA WAKTU (INVESTOR)

Karena Memandang Saham sebagai bukti kepemilikan pada suatu perusahaan, Investor cenderung memegang saham dalam jangka waktu yang lebih lama. Perusahaan yang bisnisnya bagus dan menguntungkan, biasanya membagikan keuntungannya kepada investor melalui dividen. Jadi sebagai Investor selain mendapat keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) bisa juga mendapatkan dividen dari perusahaan. Umumnya dibagikan 1 tahun sekali. inilah yang menjadi salah satu alasan investor bisa memegang saham dalam jangka waktu yang lebih panjang. jadi sambil menunggu harga sahamnya naik, kita bisa mendapatkan uang tunggu dari dividen.


CONTOH INVESTASI (BMRI)

"Lihat grafik 5 tahun terakhir BMRI. Kalau beli 5 tahun lalu, kamu udah untung 55%. Modal Rp300.000 per lot jadi Rp467.000. Dan ingat ini belum termasuk dividen yang dibagikan hampir setiap tahun. Nilainya sekitar 150.000, jadi total keuntungan investornya menjadi lebih dari  100%.

Trader vs Investor

PERBEDANYA DALAM PEMILIHAN SAHAM

Trader memilih saham berdasarkan fluktuasi harga sahamnya, tidak peduli itu saham perusahaan bagus ataupun jelek. selama pergerakan harga sahamnya menarik, sahamnya menjadi layak untuk dibeli. Bagi Investor perusahaan di balik suatu saham menjadi sangat penting. Mulai bisnis apa yang dijalankan perusahaan dan seberapa besar laba yang dihasilkanya dalam satu tahun hingga siapa yang menjalankan perusahaan tersebut.

PERBEDAAN 3: CARA ANALISA

Karena cara pemilihan diatas, tentu saja cara analisis sahamnya menjadi sangat berbeda. Trader cenderung menggunakan analisis tehnikal sedangkan investor menitikberatkan pada analisis fundamental.

  • Secara sederhana, analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi arah pergerakan harga saham di masa depan berdasarkan pola pergerakan data pasar di masa lalu. Para analis teknikal biasanya bekerja berdasarkan tiga asumsi berikut ini.


  1. Price Moves in Trends: Harga tidak bergerak acak. Biasanya, harga bergerak dalam pola tertentu (naik, turun, atau mendatar) sampai ada tenaga kuat yang mengubah arahnya.

  2. History Repeats Itself: Manusia cenderung bereaksi dengan cara yang sama terhadap situasi pasar yang serupa. Itulah mengapa pola-pola tertentu pada grafik sering berulang.

  3. Market Discounts Everything: Segala informasi (berita ekonomi, politik, hingga rumor) sudah tercermin dalam harga. Jadi, tidak perlu pusing baca berita, cukup lihat grafiknya saja.

Sedangkan Investor, Mereka melihat saham sebagai bukti kepemilikan pada suatu perusahaan.  Mereka percaya bahwa dalam jangka panjang pergerakan harga saham akan mengikuti kinerja bisnis perusahaan.  Sehingga sebelum membeli saham penting untuk memahami 3 hal berikut ini:

  1. Bisnis Perusahaan, bagaimana dia menghasilkan laba
  2. Manajemen Perusahaan, Track record Direksi
  3. Prospek Bisnis
Beberapa rasio yang umum digunakan adalah ROE (Return On Equity), kemampuan perusahaan menghasilkan laba berdasarkan modal yang dimiliki. PER (Price Earning Ratio), perbandingan laba perusahaan dengan harga sahamnya.

Dalam jangka panjang, Harga suatu saham cenderung mengikuti pertumbuhan laba perusahaannya. Ini adalah grafik menunjukan korelasi antara harga saham dan laba yang dihasilkan oleh BANK BCA. Hal inilah yang menjadi alasan mengapa investor menghabiskan lebih banyak waktunya untuk mempelajari kondisi fundamental perusahaan karena pada akhirnya harga akan mengikuti kinerja perusahaan.

Saham BBCA








Post a Comment for "Lebih Cuan jadi Trader atau Investor ?"