Sabtu, 10 Maret 2018

5 Menit Paham Value Investing Untuk Pemula





 

SEJARAH VALUE INVESTING


Metode Value investing pertama kali diperkenalkan oleh Benjamin Graham dan David tood pada tahun 1934. Namun lebih dipopulerkan oleh  warren Buffett, investor paling sukses di dunia. Warren Buffet tidak lain adalah murid dari Benjamin Graham yang hingga kini masih menerapkan metode value investing.  Pada Januari 2019 buffet tercatat menempati orang ketiga terkaya di dunia versi Bloomberg.

PENGERTIAN


Pengertian value investing secara sederhana adalah membeli saham perusahaan yang dijual di bawah nilai intrinsiknya. Meminjam istilah dari warren Buffet, ini ibarat kita membeli uang pecahan 10rb seharga 5rb rupiah. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin peristiwa seperti ini mustahil terjadi. Namun kejadian serupa sering terjadi di pasar modal.

Menurut pemahaman penulis, value investing lebih kepada Membeli perusahaan yang memiliki bisnis yang menguntungkan atau fundamental yang bagus dan dijual dengan harga diskon (dibawah nilai intrinsiknya) serta yang terpenting adalah dikelola oleh manajemen yang kompeten.

 ANALOGI VALUE INVESTING

 

Pak Budi adalah seorang pegawai yang bekerja di  kalimantan, suatu ketika ia menerima promosi jabatan namun harus dipindahkan ke kantor pusat di Jakarta. Pindah ke Jakarta membuat Pak Budi harus segera menjual aset yang dimilikinya di Kalimantan, termasuk rumah seluas 100 M2. Karena dituntut untuk pindah bulan depan, Pak Budi menjual rumahnya dengan harga 50 juta. Pak Tono yang mengetahui bahwa rumah sejenis dengan kriteria yang sama di daerah sekitar itu dijual dengan 100juta rupiah segera melakukan penawaran dan pembayaran keesokan harinya.

Di sini terlihat bahwa Pak Tono adalah seorang value investor karena dia melihat nilai dari properti yang dijual lebih tinggi dari harga yang ditawarkan. Ada  perbedaan 50% antara nilai dan harga jual properti tersebut. Ketika harga properti sekitar turun menjadi 80 atau bahkan menjadi 50 juta Pak Tono belum mengalami kerugian. Inilah yang di dunia saham atau dalam metode value investing disebut margin of safety. Meski Pak Tono menjual kembali properti itu dengan harga  2xlipat  atau 100 juta, properti tersebut tetap akan laku meski  membutuhkan waktu dan kesabaran. Namun Pak Tono memutuskan untuk mengontrakan rumah tersebut dengan biaya sewa 5 juta per tahun. 10 tahun berselang, telah terkumpul total biaya sewa 50juta  setara dengan harga properti saat pertama kali dibeli. Di saat yang bersamaan, harga rumah dengan kriteria yang sama di wilayah sekitarnya telah mencapai harga 250juta . Sehingga nilai aset Pak Tono ketika itu adalah 300juta atau 6 kali lipat dari 10 tahun yang lalu.

Bila kita ibaratkan dalam dunia pasar modal harga 50 juta adalah harga yang sering terbentuk dalam pasar saham sedangkan nilai 100juta adalah nilai instrinsik yang dicerminkan dengan kondisi fundamental suatu perusahaan. Harga sewa rumah bisa bisa dianggap sebagai deviden dan kenaikan harga tanah sekitar bisa dianggap sebagai Capital Gain.

Sekian dulu penjelasan singkatnya. Kalau ada yang belum jelas silakan tinggalkan komentar dan akan dijelaskan lebih dalam lagi minggu depan.

Salam
Investasi Sahamku 

2 komentar:

  1. Gimana mendapatkan kesempatan bagi blogger pemula

    BalasHapus
  2. Banyak mendapatkan take offer2 dr yang berperan besar

    BalasHapus