Jumat, 11 Januari 2019

Kinerja Investasi Sahamku Tahun 2016

Setelah hampir 4 tahun berinvestasi di dunia pasar modal, penulis menyadari ada satu elemen penting dalam investasi yang telah di lewatkan. Elemen yang bahkan dibutuhkan dalam setiap pekerjaan. Elemen penting itu adalah Evaluasi Kinerja Investasi. Tidak peduli sebaik apa kita menguasai metode investasi, Psikologi investasi dan Maney Manajemen semua tidak akan maksimal bila tidak dievaluasi.

Evaluasi Kinerja investasi penting untuk melihat seberapa efektif usaha-usaha yang telah kita lakukan dalam berinvestasi dan masalah masalah yang dihadapi di pasar modal. Hasilnya evaluasi bisa dijadikan acuan untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ditemukan agar hasil di tahun berikutnya lebih optimal.

Ada satu hal penting lagi yang mendorong penulis untuk membuat evaluasi kinerja investasi karena ingin lebih transparan dalam berinvestasi. Beberapa kali keputusan keputusan yang diambil dalam membeli dan menjual saham dipengaruhi emosi-emosi sesaat dan bukan dari data data di lapangan. Dengan menulis setiap keputusan investasi dalam website ini diharapkan setiap langkah yang diambil adalah berdasarkan data dan fakta.

Metode Penghitungan Kinerja
Penulis menggunakan Nilai Akttiva Bersih (NAB) untuk melihat kinerja investasi. Pertama karena ini adalah metode umum yang digunakan oleh Manajer Investasi Profesional. Kedua Metode ini dapat menghilangkan efek yang timbul akibat top up dana maupun penarikan dana pada fortofolio.

Kinerja Investasi Sahamku Tahun 2016
Kinerja Investasi Sahamku Tahun 2016
Sekilas terlihat kinerja investasi sahamku sangat memuaskan, tapi tidak bisa dipungkiri ini masih sangat dipengaruhi faktor keberuntungan dan ketika pertama mulai berinvestasi saham, IHSG mamang sedang terkoreksi jadi banyak sekali saham undervalue tahun itu.

Metode Investasi
  • Ketika pertama kali berinvestasi di pasar saham, penulis hanya memahami filosofi value investing, Iya beli saham bagus di harga murah, cuma itu saja yang menjadi pedoman dalam berinvestasi. Langkah pertama  screening saham dengan PBV dibawah 1 menggunakan aplikasi sekuritas. Dari sekian banyak hasil screening kemudian dipilih yang produk atau perusahaannya familiar. Langsung angkut.
Kesalahan
  • Metode pemilihan saham terlalu sederhana, bahkan sama sekali tidak memperhatikan kinerja perusahaan
  • Cash dalam akun dihabiskan untuk membeli saham, ketika sisa 15rbpun masih digunakan untuk beli saham yang harganya 50 per lembar  (ELTY)

Catatan :
  • Data yang dimasukkan adalah data di akhir bulan saat hari bursa.
  • Dana Kelolaan adalah Nilai Market semua saham yang ada dalam Portofolio.
  • Tidak ada informasi terkait posisi cash, sehingga dana kelolaan murni dari nilai market saham dalam Portofolio.
  • Data kinerja tahun 2016 belum 100% valid  karena data dari sekuritas yang belum maksimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar