Friday, March 5, 2021

Belajar Value Investing Dari Nol

Value investing adalah metode investasi saham yang fokuskan untuk membeli perusahaan yang diskon atau dijual dibawah nilai intrinsik ( harga wajarnya). Pernah mendengar “bila kamu tidak bisa menghasilkan uang selagi tidur, maka kamu akan bekerja sampai meninggal” ? ini adalah pernyataan yang disampaikan investor saham tersukses di dunia, Warren Buffet.

Lalu bagaimana cara menghasilkan uang selagi tidur? Tentu ada banyak cara untuk menghasilkan uang selagi kita sedang tidur, namun  bila mengacu pada orang yang membuat pernyataan, maka caranya adalah berinvestasi saham.Dari sekian banyak metode atau strategi untuk berinvestasi saham, ada satu yang menurut blimin paling santai dan mendekati cara untuk menghasilkan uang selagi tidur. Metode ini disebut value investing.

Apa itu value investing?

bila kita terjemahkan maka value investing artinya adalah investasi nilai, jadi secara sederhana value investing dapat dimaknai strategi investasi yang fokus pada nilai yang dimiliki perusahaan / saham. metode ini pertama kali diperkenalkan oleh benjamin graham melalui bukunya yang berjudul "The Intelligent Investor" dan dipopulerkan oleh muridnya yang bernama Warren Buffet.

Analogi

andaikata kamu adalah pengantin baru yang akan membeli rumah. Dengan tabungan 500 juta yang dimiliki, mencoba untuk membeli rumah seluas 100m2. Saat dimasa-masa pencarian, tiba tiba ada rekan kerja yang menawarkan rumahnya seluas 150m2 seharga 500 juta. Karena dia sedang butuh uang untuk biaya sekolah anaknya keluar negeri. Padahal dalam kondisi normal, rumah itu bisa dihargai hingga 750 juta.

Tentu ini menjadi penawaran yang sangat menarik karena hanya dengan membayar 500 juta bisa mendapatkan rumah senilai 750 juta. Dengan kata lain rumahnya sedang diskon, kamu sudah untung 250 juta sejak pertama melakukan pembelian. Belum lagi bila ternyata beberapa tahun kedepan nilai rumahnya naik menjadi 1 miliar. Maka keuntunganmu bisa naik 2x lipat.


value Investing Adalah


gambar diatas menunjukann hubungan antara nilai rumah dan harganya. nilai bergerak perlahan namun pasti, namun terlihat harga lebih berfluktuasi (naik-turun) sehingga ada disatu waktu harga bisa lebih tinggi dari nilai dan di waktu lain harga justru turun hingga lebih rendah dari nilai.

value investing memanfaatkan situasi ini, dia membeli saham ketika harga berada di bawah nilai perusahaan dan menjualnya saat harga telah naik lebih tinggi dari nilai. sehingga menurut blimin ini adalah salah satu metode investasi yang memiliki risiko rendah.

Namun dalam prakteknya, faktor harga bukan satu satunya aspek yang harus dipertimbangkan dalam value investing. Berikut beberaoa aspek yang harus diprtimbangkan dalam value investing :

  • Harga, bila dalam kasus diatas adalah harga rumah. Maka dalam berinvestasi harga yang dimaksud adalah harga saham. Usahakan untuk membeli saham yang diskon, dimana harga saham (perusahaan) lebih murah dari nilai intrinsik saham tersebut

  • Kondisi barang, sebelum membeli rumah, maka kita akan melihat kondisi rumahnya, mulai dari lokasi strategis, kondisi bangunan, akses menuju rumah bagus, banjir atau tidak,  luas tanah & bangunan, kelengkapan surat dan dokumen pendukung dan lain sebagainya. Dalam berinvestasi saham, kamu juga harus melakukan hal yang sama, namun yang perlu dilihat adalah kondisi fundamental perushaan, seperti asset, laba, hutang , arus kas serta hal lain yang berkaitan.

  • Penjual, tentu kita lebih nyaman membeli rumah dari orang yang kita kenal baik, lebih bagus lagi bila orangnya professional dalam bidang tersebut. Nah dalam berinvestasi saham ada baiknya mengenal dengan baik orang yang mengelola perusahaan, apakah orangnya kompeten, berintegritas dan jujur?

Bila investasi kamu memenuhi 3 aspek diatas maka kamu sudah berinvestasi dengan metode value investing. dan telah memahami konsep dasar dari metode ini.

Konsep value investing memang sangat sederhana, blimin yakit kamu sudah paham hanya dengan ilustrasi singkat diatas. Namun faktanya tidak banyak orang yang bisa mengimplementasikannya. Sebagian investor bahkan membeli dan menjual saham hanya karena mendengar kabar yang belum tentu kebenarannya.

Untuk menjadi value investor, cobalah bayangkan membeli saham seperti membeli sebuah rumah? Apakah kamu kamu akan mengambil keputusan membeli rumah hanya dalam sehari, 1 jam atau bahkan 1 menit?

Ketika Tetanggamu menjual rumahnya dengan harga miring, apakah kamu akan melakukan hal yang sama? Nah berikutnya adalah seberapa sering kamu mengecek harga rumahmu ? setiap hari, setiap jam, atau setiap 1 menit sekali?

Nah seandainya harga rumah di komplek turun, apakah kamu buru buru menjual rumahmu, karena takut harganya turun ? padahal kamu menyadari kondisi rumah masih bagus, luas tanahnya tetap posisi rumah masih strategis bahkan anti banjir.

Semoga analogi-analogi diatas bisa membantu menjelaskan secara sederhana mengenai konsep value investing. Selamat mencoba dan salam konsisten

 

 

 

 

 

No comments:

Post a Comment