Thursday, December 27, 2018

Gambaran Umum Laporan Arus Kas (Cash Flow)

Laporan Arus Kas (Cash Flow ) Berisi arus uang masuk dan uang keluar dalam periode waktu pelaporan keuangan. Dalam analisa fundamental perusahaan, cash flow ini sangat penting untuk memvalidasi laporan laba-rugi.

Penghitungan laba-rugi, sangat ditentukan oleh kebijakan pelaporan keuangan. Ada aturan yang bisa dibilang fleksibel untuk menentukan akun-akun laporan keuangan. Misalnya apakah dana yang sangat besar untuk R&D bisa ditulis sebagai pengeluaran tahun itu juga, atau bisa juga dianggap sebagai investasi yang akan didepresiasi dalam beberapa tahun ke depan, dan tentu saja ini akan mempengaruhi besarnya laba-rugi yang tercatat.

Nah, laporan cash flow ini yang akan memberikan perspektif yang lebih lengkap, apakah laba/rugi yang besar/kecil itu menghasilkan uang kas riil yang bisa dipakai sekarang.


Arus kas dari aktivitas operasi (cash flow from operation)


(+) Penerimaan dari pelanggan
(-) Pembayaran kas ke pemasok, karyawan, beban operasional lainnya
(+) Penerimaan dari bunga
(-) Pembayaran bunga
(+) Pembayaran pajak penghasilan


Arus kas dari aktivitas investasi (cash flow from investing)


(+) Hasil menjual aset
(-) Membeli aset
(+) Hasil dari investasi lainnya
(-) Investasi lainnya

 Arus Kas Aktivitas Operasi dan Investasi


Arus kas dari aktivitas pendanaan (cash flow from financing)


(+) Mendapatkan pinjaman
(+) Mendapatkan dana dari IPO, Right Issue
(-) Membayar dividen
(+) Dana dari Obligasi atau pinjam Bank
(-) Membayar pinjaman

 Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan


Bagian yang lainnya


Kenaikan/penurunan kas. Jumlah bersih semua kas masuk dikurangi kas keluar.
Jumlah kas awal periode laporan keuangan
Jumlah kas akhir periode

 Jumlah Kenaikan dan penurunan kas

 

Catatan tambahan

Biaya depresiasi

Ini adalah bagian dari biaya/beban/cost yang tidak ada aliran uang keluarnya. Pengeluaran yang sebenarnya terjadi adalah pada waktu pembelian aset. Pembelian aset dilakukan pada satu waktu, namun kegunaan aset itu berlangsung dalam jangka panjang (misal 10 tahun). Jadi biaya pembelian aset itu tidak dihitung sebagai biaya operasional bisnis, namun biaya yang dicatat adalah biaya depresiasi (penurunan nilai aset per tahun). Contoh perusahaan membeli mesin seharga 10 milyar dan masa pakai 10 tahun, maka biaya yang dicatat adalah 1 milyar per tahun sehingga di akhir tahun ke 10 nilai aset tersebut 0 rupiah. Apakah biaya depresiasi ini nilainya rata (sama) per tahun, tergantung metode depresiasi yang dilakukan, tapi intinya adalah di akhir tahun ke 10 tersebut nilai aset berkurang menjadi 0.

Free Cash Flow (Arus Kas bebas)

Dalam analisa, kita kadang mendapati istilah ini. Free Cash Flow = Cash flow from Operation – Capital Expenditure.  Capital Expenditure (capex) disebut juga belanja modal.  Capex yang dipakai untuk menghitung Free Cash Flow adalah pengeluaran yang sifatnya rutin untuk membeli dan memelihara mesin-mesin produksi, tidak termasuk investasi yang besar untuk ekspansi pabrik baru.

Free Cash Flow merupakan uang yang tersedia yang bisa dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, atau pula disimpan sebagai Cash perusahaan yang bisa dipakai untuk ekspansi bisnis perusahaan di masa depan

Demikian pemahaman penulis tentang laporan Laporan Arus Kas (Cash FLow) yang di himpun dari berbagai sumber. Bagi rekan rekan investor yang memiliki pertanyaan atau bahkan saran, silakan tuangkan di kolom komentar


Salam

Investasi Sahamku

No comments:

Post a Comment