Thursday, December 20, 2018

Gambaran Umum Laporan Laba Rugi atau Income Statement


Berisi pendapatan (penjualan/revenue/sales), beban (biaya/cost), dan penghasilan (income/return/rugi-laba/profit-loss) dalam periode waktu pelaporan keuangan. Misalnya laporan keuangan tahun 2018 melaporkan pendapatan, biaya, dan income sejak tanggal 1-Januari-2018 sampai 31-desember-2018. Laporan keuangan periode Quarter 3 2018 mencakup 1-Januari-2018 sampai 30-September-2018.

Laporan ini menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba. Rumus umum, Laba = Pendapatan – Beban.

Pendapatan

Disebut juga penjualan, revenue, sales, atau top line. Disebut top line karena posisinya ada di bagian paling atas dari laporan laba-rugi. Produk (service) yang dijual oleh perusahaan bisa dijual secara cash ataupun kredit. Jika dijual secara kredit, maka uang cash akan diterima ketika pelanggan membayarnya, jadi akan ada selisih waktu antara waktu penjualan dengan waktu diterimanya uang.

Beban

Disebut juga biaya, atau cost.

Beban produksi. Disebut juga Cost of sales, cost of service, atau cost of good sold (COGS).
Beban operasional. Mencakup biaya penjualan, gaji pegawai non produksi, administrasi.
Beban depresiasi dan amortisasi. Biasanya dimasukkan ke dalam beban operasional. Untuk depresiasi alat-alat mesin produksi, biasanya dimasukkan ke dalam beban produksi.
Beban Keuangan. Terdisi atas bunga pinjaman (interest) dan laba/rugi atas selisih kurs.
Beban pajak (tax)

Laba

Disebut rugi untung, profit, atau rugi jika nilainya negatif (minus).

  • Laba Kotor (gross profit) , pendapatan dikurangi beban produksi
  • Laba operasional (operating profit). Disebut juga EBIT (earning before interest and tax)
  • Laba sebelum pajak
  • Laba bersih (earning, disebut juga bottom line)
  • Beberapa perusahaan kadang mencantumkan EBITDA (earning before interest, tax, depresiation, and amortization). Biasanya adalah perusahaan dengan belanja fix asset yang besar, seperti perusahaan infrastruktur dan telekomunikasi.

Laba Penjualan dan Beban

Laba Komprehensif

Merupakan Laba Bersih ditambah Pendapatan Komprehensif. Pendapatan komprehensif adalah pendapatan yang bukan hasil dari operasional perusahaan. Beberapa hal yang termasuk pendapatan komprehensif adalah:

Revaluasi nilai aset yang disesuaikan dengan harga sekarang
Hasil dari penjualan aset
Laba dari investasi di tempat lain. Atau bagian laba dari anak perusahaan yang Laporan Keuangannya tidak dikonsolidasikan (karena bukan merupakan pemegang saham pengendali di anak perusahaan tersebut).

Di bagian ini kadang terjadi tricky. Beberapa kasus financial re-engineering memanfaatkan celah dari sini. Perusahaan yang bermaksud untuk menggelembungkan Laba-nya, memasukkan item-item yang mestinya merupakan pendapatan komprehensif tetapi malah dimasukkan ke dalam pendapatan operasional lain (yang akan membesarkan nilai pendapatan operasional). Mengapa ini dilakukan? Karena Laba yang dipakai dalam menghitung EPS dan PER (dalam valuasi saham) adalah Laba bersih yang tercatat (di mana pendapatan komprehensif bukan merupakan bagian dari laba bersih). Jadi, investor harus aware dengan hal ini.

Kebanyakan di Laporan Keuangan, nilai Pendapatan Komprehensif ini relatif kecil, sehingga Laba Komprehensif-nya relatif sama dengan Laba Bersih.

Kepentingan non Pengendali

Jika Perusahaan (yang mengeluarkan Laporan Keuangan) ini mempunyai anak perusahaan, maka laporan keuangan merupakan laporan konsolidasi dari entitas induk dan semua intitas anak. Entitas induk adalah perusahaan ini sendiri, dan entitas anak adalah semua anak perusahaannya.

Perusahaan induk biasanya tidak memegang 100% saham dari anak perusahaannya. Nah, pihak lain yang ikut memegang saham anak perusahaan tersebut (dan pihak lain ini bukan merupakan pemegang saham pengendali) itulah yang maksud dengan Kepentingan non Pengendali.

Catatan: Jika Perusahaan ini bukan merupakan pemegang saham pengendali dari anak perusahaan, maka laporan keuangan entitas anak itu tidak dikonsolidasikan ke dalam laporan keuangan. Nilai bagian kepemilikan atas modal di anak perusahaan tersebut, dicatat di Balance Sheet sebagai Investasi Jangka Panjang (di bagian Fixed Asset). Dan bagian laba buat perusahaan ini dicatat sebagai laba komprehensif.

Laba komprehensif dan Kepentingan non pengendali

Berikut adalah pemahaman penulis tentang laporan laba rugi. Bagi rekan rekan investor yang memiliki pertanyaan atau bahkan saran, silakan tuangkan di kolom komentar.

Salam
Investasi saham

No comments:

Post a Comment